"Kami dorong itu (membuka pusat R&D di Indonesia). Artinya dari sisi SDM harus diperhatikan. Bahwa SDM untuk development itu juga harus dipersiapkan," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata di arena Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016 di Jakarta Convention Center.
Gunadi mengatakan, secara kreativitas SDM di Indonesia tidak ada masalah. SDM di Indonesia tak sedikit yang memiliki kreativitas mengembangkan desain kendaraan baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"R&D dan masalah sarana adalah tanggung jawab prinsipal. Yang perlu kita siapkan adalah SDM-nya. Tidak berhenti di pengembangan saja, tapi harus ada hubungan terhadap manufaktur. Kalau kita saat ini 85-90 persen pakai kandungan lokalnya, artinya kita mampu menguasai di sisi manufaktur. Ini menjadi modal kita untuk menarik prinsipal menanamkan development. Kita belum menjangkau sampai riset. Tapi dari sisi pengembangannya itu masyarakat kita banyak yang kreatif. Cuma harus disalurkan ke tempat yang benar. Artinya pendidikan SDM untuk desain, pengembangan dan sebagainya itu perlu disiapkan," lanjut Gunadi.
Menurut Airlangga, industri sepeda motor Indonesia harus ikut mengembangkan R&D. Indonesia harus bisa melampaui Thailand di sisi R&D.
"Seharusnya R&D kita balap juga," kata Airlangga.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Motor Listrik MBG Jadi Perhatian KPK