"Mengendarai moge bukan soal trial error, karena tidak mungkin patah kaki atau kematian itu menjadi contoh yang baik. Oleh sebab itu, penting sekali soft skill dan Technical skill sangat berperan penting untuk berkendara," kata Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu di arena IIMS, Minggu
Jusri mencontohkan, bagaimana jika pengendara moge itu seorang penguasaha. Jika dirinya mengalami kejadian yang tidak-tidak, maka bisa menyebabkan kerugian untuk orang banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu langkah pertama apa untuk yang dibutuhkan untuk mengendarai moge?
"Sangat sederhana, kuasai soft skill dan teknical skil. Kalau punya SIM dengan benar, soft skill itu sudah ada. Soft skill itu termasuk dengan mengerti tata tertib berlalu lintas," ujarnya.
"Sedangkan untuk teknical skil, orang yang berangkat dari kebiasaan atau pengalaman itu tidak benar. Kita harus melengkapi dengan cara mendapatkan pelajaran tentang safety riding. Jangan trial error. Pernyataan bisa karena biasa itu, jelas salah. Errornya berbahaya, karena sudah patah bagaimana," tambahnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?