Salah satu mahasiswa Universitas Pasundan yang mengembangkan mobil listrik, Ahmad Suhanda mengatakan, pada awalnya memang pihaknya membuat mobil listrik untuk mengikuti Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI). Namun, ke depannya tim pengembang mobil listrik dari Universitas Pasundan ingin membuat mobil listrik produksi massal.
"Kita ada tujuan untuk tujuan massal. Untuk wisata, jadi kayak mobil golf, kayak mobil-mobil keliling," kata Suhanda kepada detikOto di booth mobil listrik mahasiswa di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanggapannya bagus, harus dikembangkan lagi, katanya. Dukungannya nanti ke depannya bisa di-follow up," ujar Suhanda.
Suhanda berharap, perusahaan-perusahaan atau pemerintah tidak menutup mata akan adanya mobil listrik. Sebab, mobil listrik bisa menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil.
"Harapannya supaya mendukung mobil listrik sebagai mobil yang menggantikan mobil-mobil konvensional supaya tidak memperluas polusi," katanya.
Untuk diketahui, mahasiswa Universitas Pasundan yang tergabung dalam tim Jalak Harupat memamerkan mobil listrik untuk kompetisi. Mobil listrik karya mahasiswa Universitas Pasundan itu memiliki kapasitas satu awak dengan daya jangkau hingga 40 kilometer dalam kondisi baterai penuh.
Untuk mengembangkan mobil listrik ini, dana yang dibutuhkan pun tak sedikit. "Ini kita satu mobil aja ngabisin dana Rp 80 jutaan," ucap Suhanda.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi