“Saya sering bertandang ke Indonesia, sering melihat anak-anak muda yang menjalankan bisnis. Saya rasa ini cocok untuk mereka,” tutur Executive Design DMC, Juna Nagata saat berbincang dengan detikOto di Yokohama, pekan lalu.
Menurutnya, secara desain, konsep Tempo mempertimbangkan antara unsur daya tarik sebuah kepraktisan, fungsional, gaya yang tengah menjadi tren, serta daya tahan sebuah mobil untuk toko atau gerai kuliner. Saat ini, kata dia, seperti halnya di Jepang, gerai berjalan atau mobil toko tengah menjadi tren di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan serupa diungkapkan Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra. Menurutnya, ada kemungkinan konsep Tempo itu diboyong ke pameran otomotif di Indonesia pada 2016 mendatang.
"Saya rasa konsep ini pantas untuk dibawa ke Indonesia. Ini kan mobil toko ya atau gerai berjalan. Cocok untuk bisnis kuliner atau ritel barang-barang lainnya. Di Indonesia kan sudah menjamur bisnis seperti itu. Tidak hanya di Jakarta atau Bandung tapi juga kota-kota lainnya,” paparnya.
Bahkan, lanjut Amelia, tak sedikit dari para pebisnis tersebut yang memodifikasi mobil untuk dijadikan mobil toko. Namun, daya tarik mobil atau toko berjalan mereka akan semakin meningkat jika menggunakan Tempo.
“Karena mobil ini tidak hanya memiliki desain dengan gaya yang tengah menjadi tren, tetapi aspek fungsional juga tinggi. Sehingga, cocok bagi para pebisnis muda atau yang menyasar konsumen anak muda,” ujarnya.
(arf/lth)










































