"Kita tidak membatasi umur mobil untuk mendapatkan layanan servis, di bengkel kami. Bahkan model-model klasik pun kami layani," ujar Technical Support Manager PT MMI, Tundjung Pangajom di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015, ICE-Serpong, Tangerang.
Hal senada juga ditegaskan Parts and Accessories Manager PT MMI, Iwan Majjalekka. "Bahkan, banyak mobil-mobil Mazda keluaran 1990-an yang masih rajin servis ke bengkel kami. Dan tidak ada persoalan," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan, vendor sendiri kan mempertimbangkan kondisi pasar. Tapi, meski begitu, kami akan tetap membantu custommer kami, pengguna mobil Mazda," papar Iwan.
Adapun soal ketersediaan suku cadang yang kerap disebut susah didapatkan, terutama untuk mobil-mobil yang masih dalam jaminan asuransi, baik Iwan maupun Tundjung membantahnya.
"Ya mungkin, masalah komunikasi saja. Barangkali, pihak asuransi belum mengkomunikasikan dengan kami atau diler," ujar Iwan.
Sebab, saat ini, proses order suku cadang ke bagian suku cadang MMI dilakukan secara online. Dengan sistem itu, diler juga bisa mengetahui dengan persis ketersediaan suku cadang, jenis serta peruntukan bagi model mobil Mazda yang menggunakannya, hingga jangka waktu pengiriman.
"Jika diler atau bagian bengkelnya mengorder akan tahu dengan persis kondisinya," ucap Iwan.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas