Soalnya kedua kebijakan tersebut akan berpengaruh cukup signifikan terhadap likuiditas masyarakat.
"Terutama pembeli pemula atau orang yang baru pertama membeli mobil," tutur Bob Azam, Direktur PT TMMIN, kepada detikoto di Toyota Learning Center, Karawang, Jawa Barat, Rabu (23/09/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling kurang dari 10 persen (penurunan produksi TMMIN)," ucap Bob.
Sementara dengan kenaikan inflasi lembaga pembiayaan baik bank maupun non bank sangat berpotensi menaikkan suku bunga pinjaman. Terlebih dengan adanya tappering off pemerintah Negeri Paman Sam, gelontoran dana segar dari negeri itu juga akan seret.
Saat ini kapasitas terpasang TMMIN mencapai 250 ribu unit dan telah terpakai 210 ribu unit dan produksi engine 200 ribu unit. Dari jumlah produksi tersebut, 50 persen diantaranya diekspor.
"Sebab TMMIN merupakan basis produksi untuk wilayah Asia - Pasifik," kata Bob.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge