Pemerintah menegaskan produksi mobil Low Cost and Green Car atau Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) harus terus dilanjutkan, meski mobil ini selalu dapat kontra karena dianggap bikin tambah macet.
"Mesti dilanjut. Ini supaya Indonesia berpindah dari MPV besar ke sedan. Kita mesti bersaing," kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat ditemui di pameran Indonesia International Motor Show, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (18/9/2014).
Mantan Dubes RI untuk Jepang ini juga tidak menampik banyaknya mobil yang diproduksi menimbulkan kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ada kemacetan, lanjut Lutfi, tidak bisa serta merta menyalahkan produksi mobil yang membanjir. Banyak aspek yang bisa menjadi faktor kemacetan
"Kalau macet jangan salahkan mobilnya. Nggak bisa disalahkan mobilnya. Macet itu miss management. Infrastrukturnya pun harus dibangun," tutupnya.
(zul/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge