"Chrsyler Indonesia pertama kali ikut serta IIMS di tahun 2011, ketika itu kami menjual 105 unit," jelas Chief Executive Officer, PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah dalam siaran pers.
"Tahun 2012, penjualan Chrysler, Jeep, Dodge naik menjadi 157 dan pada tahun 2013 ini, Fiat telah hadir, sehingga meningkatkan penjualan mencapai 295 unit," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 295 unit telah terjual, dengan 188 unit Chrysler, Jeep, Dodge (CJD) dimana Jeep tetap menjadi ikon yang mendominasi dan juga 107 unit Fiat, telah dipinang oleh pengunjung dan siap diantar.
Salah satu mobil yang menarik perhatian adalah Jeep Grand Cherokee model terbaru Summit 2014.
Desain eksterior Jeep Grand Cherokee lebih segar dengan lampu bi-xenon plus DRL (daytime running lamps). Sementara interiornya dilengkapi kemewahan dengan kursi Natura Leather.
"Jeep Grand Cherokee Summit 2014 lebih memukau dengan kemampuan lebih dari sebelumnya. SUV ini otentik dengan kapabilitas dan vertilitas terbaik di kelasnya, Mobil ini semakin sempurna di medan berat," kata Chief Marketing Officer PT Garansindo Inter Global, Rieva Muchsin.
Jeep Grand Cherokee Summit 2014 dilengkapi 60 titik sensor safety untuk memantau fitur keamanan dan kenyamanan seperti front assist, forward collision warning with mitigation, adaptive cruise control dan selec-speed control.
Interiornya menggunakan teknologi tinggi seperti sistem uconnect 8,4 inci audio layar sentuh yang terintegrasi dengan pengaturan suhu udara dan infotainment layar 7 inci.
Jeep Grand Cherokee Summit 2014 menggunakan dapurpacu 3.600 cc Pentestar V6 yang pertama kali digunakan pada tahun 2011 di Jeep Grand Cherokee. Mesin ini mampu menyemburkan tenaga 290 Hp dan torsi maksimal 260 Nm.
Mesin yang digabungkan 8 percepatan ini mampu menggerakkan beban mobil seberat 2.812 kg. Jeep Grand Cherokee Summit 2014 memiliki 3 fitur yakni Quadra Trac I, Quadra Trac II dan Quadra Drive II.
Di Indonesia, Quadra Trac I dibanderol Rp 1.395 miliar on the road Jakarta.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas