Pabrikan asal China tengah berlomba-lomba menjajakan mobil listriknya di Indonesia. Belakangan ada BYD yang langsung memboyong tiga lini terbaiknya ke Tanah Air.
Salah satu model entry level yang mereka bawa ke Indonesia adalah BYD Dolphin. Hadir dengan konsep compact electric hatchback, Dolphin tentu menjadi penantang kuat bagi Wuling BinguoEV. Bagaimana perbandingannya?
Dimensi
Dari segi ukuran, BYD Dolphin tercatat lebih besar ketimbang Wuling BinguoEV. Terlihat dari jarak sumbu rodanya, Dolphin tembus 2.700 mm sedangkan BinguoEV hanya 2.560 mm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, perbandingan dimensi keseluruhan kedua mobil ini pun jelas berbeda. Dolphin punya panjang 4.290 mm, lebar 1.770 mm, dan tinggi 1.570 mm. Sedangkan BinguoEV dimensinnya panjang 3.950 mm, lebar 1.708 mm, dan tinggi 1.580 mm.
Untuk ukuran rodanya, BYD memasangkan ban ukuran 195/60 ring 16 ke Dolphin dan ada juga pilihan roda ukuran 205/50 ring 17 untuk tipe tertingginya. Sementara Wuling BinguoEV membawa roda yang lebih kompak yakni ukuran 185/60 ring 15.
Baterai dan Sistem Pengecasan
BYD Dolphin hadir dalam dua varian, yakni Premium Extended Range dan Dynamic Standard Range. Sementara Wuling menawarkan BinguoEV dalam tiga varian yakni Long Range AC, Long Range, dan Premium Range.
BYD Dolphin hadir dalam dua pilihan baterai yakni 44,9 kWh dan 60,48 kWh. Baterainya menggunakan jenis lithium iron phospate yang mereka racik menjadi BYD Blade Battery.
Dengan baterai yang terisi penuh, BYD Dolphin Dynamic Standard Range diklaim bisa menempuh jarak 410 km dan Dolphin Dynamic Premium Extended Range bisa tembus 490 km.
Sementara itu, Wuling memasangkan baterai jenis lithium ferro-phospate ke BinguoEV. Diklaim, baterainya ini berkapasitas 31,9 kWh untuk varian Long Range AC hingga Long Range biasa dan 37,9 kWh untuk varian Premium Range.
Jarak tempuhnya diklaim bisa mencapai 333 km untuk BinguoEV Long Range AC ataupun Long Range dan 410 km untuk BinguoEV Premium Range. Klaim ini tentu dites dengan kondisi baterai terisi penuh.
Menariknya meski sama-sama berasal dari pabrikan asal China, BYD dan Wuling tidak menggunakan sistem pengecasan yang sama.
Untuk pengecasan, BYD menyiapkan kabel charger AC portable untuk Dolphin. Selain itu, bisa juga dicas dengan charger AC Type 2. Mobil ini juga bisa dicas dengan sistem cas cepat DC tipe CCS 2. Untuk tipe Standard bisa dicas dengan arus DC sampai 60 kW. Sedangkan tipe Premium bisa sampai 80 kW.
Sementara itu Wuling BinguoEV hadir dengan jenis colokan yang berbeda dan belum umum di Indonesia, yakni IEC tipe BB atau setara GB/T.
Wuling memberikan charger AC Portable kepada pembeli BinguoEV. Selain itu, untuk mengecas BinguoEV tipe Long Range dan Premium Range juga dapat menggunakan sistem cas cepat DC dengan colokan jenis GB/T. Namun tak sebesar Dolphin, BinguoEV hanya dapat menampung daya cas DC sebesar 38 kW.
[Halaman berikutnya: Komparasi spesifikasi motor dan harga]
Motor Listrik
Hal terakhir yang bisa kita bandingkan dari kedua mobil listrik asal China ini adalah dapur pacunya. Dalam hal ini, BYD Dolphin di atas kertas lebih digdaya ketimbang Wuling BinguoEV.
BYD menyematkan motor listrik Permanent Magnet Synchronous ke roda depannya alias front wheel drive (FWD). Motor listrik ini diklaim memiliki tenaga maksimal 70 kW dan torsi 180 Nm untuk Dynamic Standard Range. Sedangkan untuk varian Premium Extended Range tenaganya tembus 150 kW dan torsi 310 Nm.
Sementara untuk Wuling BinguoEV, seluruh variannya mengusung motor listrik berdaya maksimal 50 kW. Untuk torsi, BinguoEV Long Range AC dan Long Range biasa diklaim tembus 125 Nm sementara BinguoEV Premium Range bisa capai 150 Nm.
Harga
Sayang untuk urusan harga, BYD belum membeberkan berapa harga jual dari Dolphin. Namun detikOto sudah mendapat perkiraan harganya yakni sekitar Rp 450 jutaan.
Di sisi lain, Wuling sudah mulai bergerilya bahkan mengantarkan BinguoEV ke konsumennya. Mereka menjual BinguoEV dengan harga mulai dari Rp 317 jutaan hingga tipe termahalnya di angka Rp 372 jutaan.
Menariknya Wuling menggunakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 47,5% untuk merakit BinguoEV dan memberikan garansi seumur hidup untuk komponen intinya.
Sementara BYD masih sekadar berencana untuk membangun pabrik di Indonesia dan untuk kloter awal ini mobilnya didatangkan utuh dari China. Mereka juga belum menggodok skema garansi untuk calon pembelinya.
Komentar Terbanyak
Begini Pengakuan Polisi Sopir Rantis yang Lindas Affan Kurniawan
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali