Terobosan Jaguar Land Rover Kurangi Karbon dalam Proses Produksi Mobilnya

Rizki Pratama - detikOto
Selasa, 01 Sep 2020 18:58 WIB
Pabrik Jaguar di Solihull
Pabrik Jaguar Land Rover. Foto: Jaguar
Jakarta -

Peran industri otomotif dalam pelestarian tidak semata memproduksi mobil rendah emisi. Lebih jauh dari itu, pabrikan harus memulai kepedulian pada lngkungan sejak di dapurnya sendiri, dalam proses produksi yang dilakukan.

Tentunya hal ini juga sudah menjadi perhatian pabrikan mobil setelah banyak lembaga pemerhati lingkungan memasang mata pada kegiatan produksi mereka. Jaguar Land Rover punya caranya sendiri dalam menekan residu karbon dari produksinya.

Merek Inggris yang sahamnya dikuasai Tata Motors ini telah melakukan penelitian terhadap proses baru yang memungkinkan mereka mengolah limbah aluminium dari peralatan rumah tangga dan kendaraan yang sudah tidak dipakai lagi untuk kemudian diubah menjadi mobil baru. Menurut riset Jaguar Land Rover, skenario tersebut bisa mengurangi emisi karbon hingga 26 persen.

Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari proyek 'REALITY' senilai USD 2,6 juta dalam kemitraan dengan Brunel University Inggris dan didanai bersama oleh Innovate UK. Insinyur mencampurkan bagian aluminium daur ulang dengan jumlah aluminium primer yang lebih rendah untuk membentuk paduan prototipe baru yang sesuai dengan kualitas proses manufaktur Jaguar Land Rover saat ini.

"Proyek ini telah memungkinkan kami, untuk pertama kalinya memulihkan aluminium kelas premium otomotif dari kendaraan bekas dan menggunakan kembali sifat uniknya. Potensi ini pada proses produksi adalah pengurangan dampak CO2 serta membantu kami menggunakan kembali lebih banyak aluminium," kata kepala manajer proyek REALITY di Jaguar Land Rover, Gaelle Guillaume.

Jaguar Land Rover menjelaskan bagaimana mereka dapat mempertahankan kualitas bahan aluminium yang mereka gunakan meski dicampur dengan bahan sisa dalam pembuatan mobilnya. Limbah aluminium kendaraan yang biasanya dikirimkan ke negara khusus pengolahnya kini dapat mereka olah sendiri. Salah satu contoh mobil yang sudah jadi menggunakan bahan ini adalah produk unggulan mereka, Jaguar I-Pace.

Aluminium dari penggunaan rumah tangga yang dapat ditemukan di kaleng minuman, aerosol, baki makanan foil, dan tutup botol juga terkandung dalam racikan aluminium pembuat mobil ini. Menurut Asosiasi Aluminium, hampir 75 persen dari semua aluminium yang diproduksi di AS dan Eropa masih digunakan sampai sekarang, di saat bersamaan aluminium daur ulang menggunakan energi sekitar 90 persen lebih sedikit daripada dibuat dari bahan mentah.

Metode ini dikatakan sangat tepat dikembangkan seiring dengan arah industri ke kendaraan listrik dan mobil otonom. Budaya berkenara baru itu dikatakan cocok dengan sistem produksi daur ulang ini.

"Saat kami bergerak ke masa depan yang otonom, terhubung, dan berlistrik, memungkinkan Jaguar Land Rover merekayasa paduan daur ulang ini ke dalam jadwal produksi yang ketat untuk lebih meningkatkan manfaat efisiensi," tambah Guillaume.



Simak Video "Di Antara Dua Episode 1: Menentukan Langkah"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)