Pria Gaek Ini 26 Tahun Kelilingi 215 Negara dengan Mercedes G-Class

Pria Gaek Ini 26 Tahun Kelilingi 215 Negara dengan Mercedes G-Class

- detikOto
Kamis, 16 Okt 2014 08:32 WIB
Pria Gaek Ini 26 Tahun Kelilingi 215 Negara dengan Mercedes G-Class
Stutgart -

Didera keraguan terhadap ketangguhan dan kenyamanan yang dijanjikan Mercedes-Benz di mobil Sport Utility Vehicle (SUV) G-Class 300GD, Gunther Holtorf tergelitik untuk menguji mobil itu. Hasilnya, dia berkeliling 215 negara atau sejauh 890.000 kilometer.

Seperti dilansir laman carscoops, Rabu (16/10/2014), Gunther, 77 tahun, membeli SUV besutan Mercedes itu pada 1988. Kondisinya masih gres alias baru. Dia menamai mobilnya dengan sebutan Otto.

β€œTapi, saat aku membelinya pada 1988, ada perasaan skeptis (ragu) apakah benar sih apa yang dijanjikan oleh Mercedes-Benz di mobil ini. Terutama jargonnya, dimana ada (Merceds-Benz) G-Class, di situ selalu ada jalan,” tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tergelitik rasa penasaran, Gunther pun memulai aksi petualangannya. Dia bertekad untuk berkelana sejauh mungkin untuk menguji seperti apa ketangguhan mobil itu. Bahkan, bila mungkin, sampai rontok sekali pun.

Awalnya, dia tak mematok jumlah wilayah yang bakal dituju. Begitu pun dengan jarak yang akan ditempuh. Satu-satunya ukuran yang dia tetapkan adalah, mengendarai mobil itu sejauh mungkin.

Sememtara, seperti dikisahkan BBC, sebagian besar perjalanan petualangan Gunther dan Otto ditemani oleh istri keempatnya, Christine. Dia menemani Gunther keliling Afrika dan Amerika.

Christine, bukanlah istri pertama Gunther, tapi istri ketiga. Dia bertemu dengan Gunther, setelah pada bercerai dengan istri keduanya pada 1990.

Istri pertama itulah yang pertamakali menemaninya berkelana. Hanya, kemesraan keduanya dalam berkelana hanya berjalan dua tahun, yakni 1988 – 1990.

Sang istri tak betah dan meminta cerai. Gunther pun akhirnya mencari teman. Pada 1990, dia memasang iklan di sebuah tabloid mingguan Die Zeit yang berisi tentang cerita petualangan dan rencana untuk meneruskan kisah itu.

Tak dinyana, iklan itu direspon Christine. Keduanya bertemu, cocok dan menikah. Perjalanan petualangan pun dilanjutkan.

Rute yang akan ditempuh adalah Amerika Selatan, mereka tiba di Argentina pada 1998. Kemudian Kanada, Meksiko dan Alaska mereka sambangi, sebelum menyeberang ke Australia.

Tahun selanjutnya, Suriah dan Kazakhstan menjadi tujuan. Setelahnya, Afghanistan, Turki, Karibia, Kuba, Inggris, dan semua negara Eropa lainnya.

Namun, di tengah kegembiraan itu, Gunther harus berpisah dengan Christine. Sang istri meninggal, setelah kanker menggerogoti tubuhnya. Dia wafat pada Juni 2010.
Lagi-lagi, itu tak menyurutkan tekad Gunther.

"Perjalanan harus tetap dilakukan seperti rencana semula,"ucapnya. Gunther pun menetapkan Tiongkok, Korea Utara, Vietnam, serta Kamboja sebagai tujuan selanjutnya.

Setelah genap 215 negara yang dikunjungi, Gunther memutuskan kembali ke Jerman. Gerbang Brandenburg di Berlin, Jerman, menjadi tempat pemberhentian terakhir petualangannya.

"Aku menyimpan 400 suku cadang yang aku simpan di kotak aluminium, dan aku taruh di atap mobil,"kata dia.


Kini, mobil itu disimpan di museum Mercedes-Benz di Stuttgart, Jerman.

(arf/arf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads