dr. Efo Pilih Motor Biar 'Merakyat'

dr. Efo Pilih Motor Biar 'Merakyat'

- detikOto
Sabtu, 19 Mar 2011 15:27 WIB
dr. Efo Pilih Motor Biar Merakyat
Jakarta - dr. Efo Prapriatna MARS, MM (47) lebih memilih menggunakan motor besar Kawasaki Ninja 250 lansiran 2009 ketimbang membawa mobil untuk transportasi sehari-harinya.

Karena menurutnya motor lebih merakyat untuk menjalin hubungan dengam masyarakat berbagai golongan. Perjalanan juga lebih fleksibel karena bisa menerobos kemacetan.

"Karena dengan kendaraan saya ini, saya bisa bergabung dengan siapa saja tanpa melihat kendaraan saya. Dan saya bisa bergabung dengan seluruh karyawan rumah sakit ini," ujarnya ketika ditemui detikOto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mau bagaimana lagi, jadi saya hanya menikmati kemacetan. Namun dalam hati kecil saya bertanya-tanya, kenapa bisa terjadi macet seperti ini. Memang saya sangat mengakui untuk mengatur transportasi di Jakarta ini tidak mudah, dan kita tidak bisa menyalahkan pemerintah saja. Karena ini tanggung jawab kita semua," lanjutnya.

Alhasil tugas dan kewajibannya pun tidak sampai terpotong banyak waktu. Saking fleksibelnya menggunakan motor, lelaki murah senyum itu bisa bersosialisasi dan meluangkan waktu bersama teman-teman, terutama pegawai rumah sakit tempat ia mengabdi.

"Saya memang sengaja membeli kendaraan ini, karena motor adalah hobby saya dan saya menjadi Fun karenanya. Selain itu denganΒ  motor ini saya bisa membangun relationship antar sesama, terutama di lingkungan rumah sakit," ujar dokter umum yang menjabat sebagai Manager Medical Services.

Selanjutnya agar selaras dengan jiwanya yang muda, Efo sengaja menempelkan stiker Redbull pada Kawasaki berwarna merah, meski dokter lulusan Universitas Yarsi tahun 1984 ini pun mengaku, bahwa istri tercintanya tidak suka melihat dirinya mengendarai motor besar.

Namun omelan sang istri ternyata tida digubris Efo. Ia pun mengaku sering touring meski harus dapt izin dari istri tercinta.

"Sebenarnya saya sangat suka Touring, namun saya harus bilang kepada keluarga saya satu bulan sebelum berangkat, agar mendapatkan ijin dari keluarga. Karena sesuai komitment saya dengan keluarga, saya boleh menjalankan hobby saya ini, tetapi tidak boleh menelantarkan keluarga saya," sahutnya sambil tertawa.

Sayang, sesi wawancara harus terpotong oleh waktunya yang padat. Namun sebelum berpisah, dr. Efo sempat memberikan saran untuk para bikers yang doyan touring.

"Apabila kita berpergian jauh, dan mengendarai kendaraan selama satu setengah jam, lebih baik menepilah terlebih dahulu untuk menyegarkan fisik dan mental. Selain itu, apabila terjadi hujan dan telah menutupi pandangan mata kita, itu harus berhenti terlebih dahulu. Jangan memaksa untuk tetap berkendara. Dan terakhir, menurut saya saat berkendara kita harus Safety Riding dalam setiap hal. Dan ini sangat penting," tandasnya.

Wah, boleh juga saran dari dokter satu ini.
(ikh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads