"Mobil tidak hanya moda transportasi. (Mobil) Mereka adalah tempat yang nyaman. Untuk pria, khususnya, ini merupakan ekspresi kepribadian mereka," ujar Direktur Komunikasi World Wildlife Fund (WWF), Josh Laughren seperti detikOto kutip dari The Star, Selasa (1/6/2010).
WWF yang melakukan survei dengan hanya 1 pertanyaan yakni: 'Apakah 1 hal dalam hidupmu yang bisa Anda korbankan'
Survei yang digelar untuk mengampanyekan gerakan tidak mengemudi selama seminggu yakni mulai dari 31 Mei hingga 6 Juni ini mendapati hal yang cukup unik.
Karena 2 persen responden mengaku rela tidak ngeseks asalkan boleh nyetir. Di Ontario Kanada, warga berusia di atas 50 tahun dan wanita memilih tidak ngesek jika mereka dilarang mengemudi.
Sementara 36 persen mengaku lebih memilih tidak makan junk food, 14 persen untuk tidak ngopi dan 6 persen untuk tidak menonton televisi daripada harus meninggalkan kunci mobil di rumah.
Tiga perempat dari responden sendiri adalah mereka yang berusia 30-49 tahun dengan pekerjaan dan pendapatan yang baik serta merupakan pengemudi rutin.
Masyarakat Kanada memang terkenal dengan fanatik mengemudi bahkan 29 persen diantaranya mengaku lebih senang menyetir meski tempat tujuan mereka bisa dijangkau dengan bersepeda, naik bus ataupun bahkan berjalan.
Hanya 20 persen yang mengatakan bahwa mereka hanya menyetir jika tempat tujuan tidak bisa dijangkau dengan berjalan kaki, sepeda atau pun bus.
Uniknya lagi, meski tidak mau lepas dengan setir mobil, 79 persen masyarakat Kanada ternyata sangat atau agak khawatir akan dampak lingkungan dari emisi gas buang kendaraan.
"Sering kali orang tidak tahu bagaimana atau tidak melihat bagaimana mereka bisa berubah," tandas Laughren.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?