Penunggang-penunggang kuda besi itu melakukan misi penyelamatan bumi khususnya kota Jakarta dan sekitarnya yang sudah sangat sesak dengan kadar emisi gas buang kendaraan khususnya dari kendaraan sepeda motor.
Beruntung keikutsertaan mereka dalam acara menyambut Hari Bumi dikarenakan kesadaran mereka akan besarnya emisi gas buang yang terlampau parah dari sepeda motor yang mereka gunakan setiap hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Kadiv Touring Jakarta Suzuki 2 wheels Togar menyatakan sangat prihatin dengan kondisi udara Jakarta yang sudah semakin pekat oleh polusi. Untuk itu ia mengajak para pengguna kendaraan untuk menjaga lingkungan Jakarta agar tidak semakin parah.
"Udara sudah sangat kotor. Bagaimana cara menjaganya itu balik ke diri masing-masing. Untuk itu jagalah kondisi udara agar tetap bersih dengan membenahi kendaraan masing agar emisi gas buangnya tidak berlebihan," kata Togar.
Acara yang dikemas sederhana itu juga dimanfaatkan oleh pihak penyelenggara, PT Broquet Indonesia dengan membagikan fuel catalist broquet dari Inggris kepada setiap pengendara motor yang hadir. Presiden Direktur PT Broquet Indonesia Setiady Sungkuno berharap dengan adanya fuel catalist broquet, lingkungan di Jakarta berangsur bersih dari emisi gas buang yang semakin memprihatinkan dan menyebabkan kerugian.
"Alat ini sebagai penurun kadar buang dari kendaraan sepeda motor, bahkan bisa 30 persen dari setiap roda dua. lebih dari itu selain bersih, broquet juga dapat meningkatkan performa mesin," kata Setiady.Broquet dimasukan ke dalam tangki bensin. Masa berlakunya hingga 10 tahun atau 400 ribu kilometer untuk roda dua. (ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB