Hujan Badai Temani Perjalanan Jupiter

Hujan Badai Temani Perjalanan Jupiter

- detikOto
Selasa, 15 Des 2009 07:19 WIB
Hujan Badai Temani Perjalanan Jupiter
Bukittinggi - Rombongan Jupiter Amazing Tours 2010 kembali membelah ganasnya hutan Sumatera, namun kali ini tantangan bertambah dengan hadirnya medan yang lebih berat ketika rombongan menuju Bukittinggi.

Tidak hanya karena medan jalan yang naik-turun dengan tikungan jalan yang menyeramkan, tapi masih ditambah dengan hujan badai yang menemani perjalanan rombongan menuju daerah dataran tinggi tersebut.

Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang sedang mengetes New Jupiter Z tersebut. Sebab dengan kondisi yang sebenarnya hampir serupa, terjadi satu insiden di rute Palembang-Jambi akhir pekan silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk sampai ke Bukittinggi, rombongan bertolak dari wilayah Muara Bungo yang merupakan sebuah kota kecil di tengah hutan Sumatera, dari situ, rombongan melaju menuju Solok, Padang Panjang, Lembah Enai sebelum akhirnya sampai di Bukittinggi.

Di tengah perjalanan rombongan tidak lupa mampir terlebih dahulu ke kota Padang untuk menyambangi peluncuran New Jupiter Z di kota tersebut sekaligus melakukan city tour yang pada pertengahan tahun ini dilanda musibah gempa bumi.

Hujan sendiri sudah menyiram rombongan sejak dari kota Padang itu, namun semakin mengganas di perbukitan antara Solok dan Padang Panjang. Jarak pandang yang semakin memendek ditambah dengan kondisi jalan curam yang licin pun tentu bagi orang kebanyakan akan membuat hati kecut. Terlebih daerah tersebut merupakan daerah rawan longsor.

Sebab ketika rombongan melewati jalur tersebut, tampak sisa-sisa longsor yang belum selesai dibersihkan. Batu dan tanah yang longsor dari bukit masih banyak berserakan di jalan. Ini tentu sangat berbahaya bagi pengendara, apalagi kemungkinan longsor kembali pun juga sama besarnya.

Tantangan jalan tersebut ternyata bukanlah tantangan satu-satunya di perjalanan yang 80 persen diliputi hujan itu, sebab dengan kondisi hujan yang ditambah lokasi tujuan yang merupakan dataran tinggi membuat udara menjadi sangat dingin.

Di kondisi tersebut, bukan hanya motor saja yang dites ketangguhannya, namun juga kekuatan fisik rider pun juga diuji di jalur ini. Rider haruslah tahan melawan gempuran hawa dingin dataran tinggi di tengah terpaan badai hujan.

Banyak diantara peserta sampai menggigil kedinginan dengan telapak tangan yang mengkerut dan keriput akibat saking dinginnya udara.

Untungnya, sampai rombongan sampai ke Bukittinggi perjalanan mampu di tempuh dengan kondisi zero accident, hanya problem ban kempes saja yang menyita perhatian kru untuk membenahinya tidak lebih dari 10 menit lamanya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads