Mau Tak Mau, Ya Terima

Kenaikan Tarif Tol

Mau Tak Mau, Ya Terima

- detikOto
Senin, 28 Sep 2009 13:10 WIB
Mau Tak Mau, Ya Terima
Jakarta - Kenaikan tarif jalan tol yang mulai berlaku hari Senin 28 September 2009. Namun beberapa anggota komunitas klub mobil menolak kenaikan tarif tol.

Seperti yang satu ini, Andi Pangeran ketua Toyota Soluna Community (TSC) mengakui kenaikan tarif tol seharusnya diiring dengan kondisi dan pelayanan yang baik.

Pemerintah jangan cuma menaikkan tarif tol namun tidak memperhatikan kondisi jalan tol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kurang setuju atau menolak. Kenaikan harus dikuti dengan pelayanan yang baik, seperti kondisi jalan yang rusak. Belum lagi yang harus dibenahi agar tidak macet lagi. Itu saja," ujar KetuaTSC Andi Pangeran ketika dihubungi detikOto, Senin (28/9/2009).

Menurutnya, pelayanan masih sangat minim dan kurang memuaskan pengguna jalan tol dan tidak sepantas tarif tol dinaikan.

Untuk itu, Andi mengisyaratkan jika dengan membenahi jalan tol terlebih dahulu dengan menciptakan kondisi jalanan yang baik atau tidak rusak dan tidak macet, barulah pemerintah menaikan tarif tol.

"Kalau semua bagus dan tidak macet baru boleh naikin tarif tol. Jangan saat seperti ini," tandas Andi.

Kenaikan tol pun hanya bisa disikapi Andi dengan sikap pasrah. "Ya mau apalagi dan harus kita harus ikutin," ujarnya.

Selain Andi dari TSC, ada juga komunitas mobil lainnya yang menolak kenaikan tarif tol. Salah satu member klub mobil Daihatsu Sirion, mengakui kenaikan tarif tol tidak diiring dengan perubahan kondisi jalan tol.

"Tidak ada perubahan sama sekali pada kondisi jalan tol sebelum kenaikan, macet ya macet, rusak ya rusak," ujar Humas Sirion Indonesia Club, Christian Leo.

Menurutnya, kalau memang harus terjadi kenaikan, paling tidak pemerintah harus berbuat sesuatu agar menghindari kemacetan di ruas tol. "Seharusnya terjadi perluasan jalan tol agar tidak terjadi penumpukan kendaraan," harapnya.

Christian yang setiap harinya menggunakan tol Kebon Jeruk untuk memenuhi
mobilitasnya sehari-hari menegaskan hanya terjadi perubahan terhadap
pelayanannya saja seperti layanan derek.

"Paling juga dereknya jadi lebih cepet dateng, dan hanya itu yang lebih baik," paparnya.

Namun pendapat berbeda muncul dari Andri, member dari Terrano Owners Club (TOC). Andri yang setiap harinya menggunakan jalur tol Jagorawi menuju Jakarta, menyetujui kenaikan tarif tol tersebut.

"Kalau di Jagorawi memang sepantasnya naik, karena dari kondisi jalan sudah
sangat mulus dan jalan pun sangat lebar. Jadi nyaman," cetusnya.

Nah, untuk itu lanjut Andri pemerintah seharusnya melakukan hal seperti ini. Membuat kondisi jalan tol menjadi baik. "Baru pantas dinaikkan," imbuhnya.

Bagaimana menurut Anda, pengguna jalan tol? (ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads