Si Kuno Kuat Geber-geberan Sampai Brunei Darussalam

Si Kuno Kuat Geber-geberan Sampai Brunei Darussalam

- detikOto
Minggu, 19 Jul 2009 14:32 WIB
Si Kuno Kuat Geber-geberan Sampai Brunei Darussalam
Jakarta - Berbicara mengenai mobil kuno, apa sih yang langsung terlintas di benak kita? Pastinya bukan melulu besi tua yang sudah berkarat, dengan suara bising dan asap knalpot yang ngebul saja kan?

Apalagi kalau kita melirik barisan mobil-mobil kuno komunitas yang menamakan diri Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia ini, dijamin, mata enggan berpaling.

Liukan bodinya yang serba bulat, ditambah warna cat yang klimis, belum lagi bila mendengar suara mesinnya yang prima, seolah tak pernah lelah untuk terus dipacu sejauh dan selama apapun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada Holden, Mercy, Moris, bahkan kendaraan si Doel Anak Sekolahan, ingat? Ya, Oplet pun masih bisa berjalan lancar dengan bodi seperti keadaan pada saat jaya-jayanya di tahun 60an dulu.

Itulah mereka, sekumpulan orang-orang yang sedari awalnya memiliki tujuan untuk melestarikan kendaraan-kendaraan kuno, khususnya yang memiliki nilai sejarah tersendiri.

"Berawal dari inisiasi Bapak Solihin GP waktu itu, tahun 1979, komunitas ini pun didirikan," ujar Ketua Umumnya, Bambang Rus Efendi, ketika berbincang dengan detikOto awal pekan ini

Misinya sederhana saja, tambah Bambang, yakni ingin mengabadikan mobil-mobil yang memiliki keterkaitan dengan sejarah bangsa, perkembangan ekonomi, serta perkembangan otomotif dari masa ke masa.

"Ketiga hal itulah yang melandasi komunitas ini tetap berjalan sampai sekarang, karena kita punya dokumentasi berupa mobil-mobil yang berjaya pada jamannya," cetus Bambang.

Sampai saat ini, tedapat 2.500 anggota untuk seluruh Indonesia, dengan populasi mobil yang mencapai 2.000 unit.

Mereka mengaku tidak terlalu memiliki kendala dalam hal perawatan, terutama mesin. Dengan tetap mempertahankan keasliannya saja, sudah membuat mesin mobil ini jarang mengalami masalah.

"Kalau kualitas berani diadu, bahkan kami pernah reli sampai ke Brunei Darussalam menggunakan mobil-mobil kuno ini," ujar Bambang bangga.

Selain Brunei Darussalam, Bali dan Aceh pun pernah disinggahi mobil-mobil kuno ini.


Β 

(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads