Karena pada praktekya, ternyata banyak hal yang harus diperhatikan ketika para biker mengadakan perjalanan jarak jauh, atawa touring, sehingga bila semua itu disadari, tentunya akan menerbitkan ketertiban selama di jalan raya.
Sebenarnya, apa-apa saja sih yang perlu diperhatikan para biker ketika hendak melakukan touring?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, menurutnya, pastinya standar keamanan harus benar-benar diperhatikan.
"Karena ini tidak hanya menyangkut motor dan pengendara saja, juga pengendara lain," ujarnya, ketika dihubungi detikOto.
Kelengkapan motor, seperti lampu, rem, spion, ban, termasuk kondisi mesin yang harus prima. "Kalau perlu dilakukan servis terlebih dahulu sebelum touring," ujarnya.
Begitupun dengan kelengkapan si pengendara sendiri. Helm full face, jaket ber-protector, sepatu, pastinya sudah jadi kewajiban bila hendak berjalan jauh dengan motor.
Semua itu diperhatikan demi kenyamanan dan keamanan si pengendara sendiri ketika sedang melakukan touring. "Karena, bila semua itu sudah terpenuhi, niscaya si pengendara bakal merasa lebih percaya diri untuk memacu kendaraannya, karena dianggap sudah memenuhi standar keamanan," ujarnya.
Kemudian ketika di lapangan, banyak juga hal yang perlu diperhatikan. seperti umumnya, tata cara berkendara, dan kesadaran kalau biar bagaimanapun, jalan raya tetap memiliki aturan yang harus dipatuhi bersama.
"Siapapun kan berhak, jadi memang harus saling menghormati, apalagi bila kita Touring kan untuk dinikmati, bukan mengejar sesuatu, jadi tidak perlu terburu-buru," papar Dwi.
Selain itu, ini yang harus diperhatikan, bila melakukan touring dalam jumlah besar. "Usahakan dipecah dalam beberapa grup, agar tidak terlalu panjang," saran Dwi.
Hal itu perlu dilakukan, agar meminimalisir rombongan konvoi terputus. Biasanya, setiap biker tidak mau terputus dari rombongan, nah ketika itu terjadi, mereka akan berusaha mengejarnya. "Itu bisa menjadi salah satu faktor biker ugal-ugalan, karena egonya memerintahkan agar ia tidak tertinggal rombongan," analisis Dwi.
Lagi pula, bila rombongan terlalu panjang pun, bisa mengganggu pengendara lain. Oleh karena itu, tugas kordinator rombongannya yang harus bisa menyakinkan para anggotanya agar senantiasa tertib ketika berkendara.
Selain itu, tugas sweeper pun penting, untuk mengawasi para anggota dari belakang. "Sehingga kalau dinilai ada yang ugal-ugalan, atau keluar dari barisan, agar ditegur dan diminta kembali masuk barisan," tutur Dwi.
Meskipun pada akhirnya, semua berpulang pada kesadaran biker masing-masing. Ada tempatnya untuk ngebut, ada tempatnya untuk saling mendukung dan bekerjasama.
"Nah, perlu disadari, touring adalah bekerjasama," tutup Dwi.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?