Bergerak dengan mengandalkan informasi dari maling list, komunitas ini langsung mendatangi lokasi bencana sejak hari pertama. Pembagian tugas langsung dilakukan hingga akhirnya puluhan mobil dan korban berhasil diselamatkan.
"Kita bagi-bagi tugas, ada beberapa kawan yang fokusnya ke logistik, dan ada yang evakuasi ke mobil," kata salah satu pendiri Four Wheeler Indonesia (FWI) Rico Arnaldo kepada detikcom, Senin (30/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kesulitan untuk mencapai ke titik sungai. Misalnya mobil di tengah, mencari untuk titik angkat, terutama untuk mengangkat mobil dengan tali," jelas Rico.
Rasa haru sempat menyelimuti Rico dan kawan-kawan, saat mengevakuasi sebuah mobil Honda Jazz pekan lalu. Di dalam mobil tersebut, ada seorang pria paruh baya yang jenazahnya sudah dalam kondisi mengenaskan.
"Saya sampai sekarang belum bisa melupakan wajahnya," tambah Rico.
Selain itu, Rico juga sempat dicurigai sebagai orang yang berusaha mengambil keuntungan dari tragedi naas ini alias matre. Saat hendak mengevakuasi mobil yang terjebak, pemilik mobil sempat menolak karena takut dimintai bayaran.
"Pas tahu saya gratisin, eh dia malah minta tolong diangkat mobilnya," katanya.
Hari ini, Rico beserta puluhan anggota komunitas lain akan mengangkat 2 mobil yang terletak di dasar Kali Pesanggrahan, Ciputat, Tangerang. Menurut informasi yang diperolehnya, masih ada jenazah yang terjebak di dalam mobil tersebut.
"Cuma posisinya kita nggak tahu di mana, kabarnya ada mayatnya, cuma kita nggak tahu titik tepatnya," pungkas pemilik mobil Land Cruiser ini.
Tragedi Situ Gintung terjadi pada Jumat 27 Maret 2009 dinihari. Sebanyak 99 orang tewas dan 115 orang hilang akibat air bah yang membuncah dari waduk seluas 21 hektar itu.
(mad/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini