Harley Tetap Ditolak Masuk Tol

Harley Tetap Ditolak Masuk Tol

- detikOto
Rabu, 25 Mar 2009 18:53 WIB
Harley Tetap Ditolak Masuk Tol
Jakarta - Operator jalan tol PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyatakan tetap tidak bisa memenuhi permintaan komunitas Harley Davidson untuk bisa masuk jalan tol.

Masuknya Harley ke jalan tol berlawanan dengan undang-undang jalan bebas hambatan.

"Kami bukan menolak. Tapi memang secara undang-undang jalan bebas hambatan tidak diizinkan kendaraan dengan roda di bawah empat masuk jalan tol," ujar Direktur Utama JSMR, Frans S Sunito dalam paparan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (25/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut informasi yang diterima detikFinance dari seorang anggota komunitas Harley Davidson, para pemilik motor gede seharga mobil ini sedang melakukan negosiasi dengan manajemen JSMR agar mereka diizinkan melalui jalan tol.

Selain komunitas Harley Davidson, para pemilik motor keluaran Piaggio dari Piaggio Club Indonesia (PCI) juga ikutan meminta hak khusus untuk bisa melalui jalan tol.

"Sebenarnya permintaan mereka tidak pas diajukan ke kita, karena ini bukan kewenangan kami. Undang-undangnya memang tidak membolehkan. Memang ada beberapa negara yang mengizinkan kendaraan roda dua masuk jalan tol. Tapi disini tidak bisa. Jadi bukannya kami tidak mau memenuhi permintaan mereka," jelas Frans.

Kendati demikian, Frans mengatakan para pemilik motor tersebut masih melakukan pendekatan agar permintaannya itu bisa diluluskan.

"Ya kalau dari kami ya itu tadi, ini bukan wewenang kami," ujar Frans.

Sikap Harley

Penolakan Jasa Marga ini tak urung disesalkan kalangan pengguna Harley Davidson. Mereka beralasan di luar negeri saja Harley diperbolehkan masuk tol.

"Kita menyesalkan, lebih baik dilegalkan. Daripada nyolong-nyolong nanti imej masyarakat kita dibilang arogan," kata Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Djoko Saturi saat berbincang melalui telepon, Rabu (25/3/2009).

Dia membandingkan, di luar negeri saja pengguna motor besar dibebaskan masuk ke jalan tol, dan hanya di Indonesia saja yang dilarang.

"Umpama dari Kuala Lumpur ke Thailand kita lewat jalan tol, ini tidak masalah," tambahnya.

Diakuinya tim kelompok kerja (Pokja) untuk melobi agar Harley bisa masuk tol sudah dibentuk sejak 3 tahun lalu, dengan dipimpin Menperin Fahmi Idris.

"Yang kita usulkan kapasitas mesin di atas 1.000 CC, bayangkan di luar negeri saja 500 CC. Kemudian masuk jalan tol tidak setiap saat, tapi harus even nasional dan harus dalam pengawalan, tidak seenak-enaknya sendiri," urainya.

Lalu bagaimana dengan adanya penolakan ini? "Kita tunggu saja. situasinya mau pemilu, kita redam dahulu," tutupnya.

(dro/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads