Skutik Ternyata Tak Melempem di Medan Offroad

Skutik Ternyata Tak Melempem di Medan Offroad

- detikOto
Selasa, 25 Nov 2008 11:37 WIB
Skutik Ternyata Tak Melempem di Medan Offroad
Jakarta - Hai nama saya Isna. Saya ingin bercerita tentang diri saya dan sepeda motor yang saya gunakan saat ini. Yaitu Yamaha Mio keluaran 2008 yang saya miliki sekarang. Saya senang sekali memiliki motor ini.

Sejak Yamaha memproduksi motor Mio, saya sudah mencarinya. Karena budget saya belum cukup pada waktu itu, jadi saya menunda untuk membeli Yamaha Mio. Dan di tahun 2008 ini baru saya baru memilikinya. Lumayan dari hasil keringat saya.

Pengalaman menarik dan mengesankan memiliki motor Yamaha Mio saya alami pada saat saya pergi ke puncak tepatnya di Bukit Ciburial bersama teman-teman pada bulan Oktober 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan pun dimulai, saya sangat senang bisa konvoi mengendarai motor Mio bersama teman-teman untuk menghilangkan strees karena rutinitas sehari-hari. Sesampainya di kaki gunung, saya menghadapi kondisi jalanan terjal dan berbatu. Tidak itu saja, arus sungai yang deras yang akan saya lewati membuat saya ragu untuk menempuh perjalanan yang tidak mungkin untuk dilewati dengan menggunakan Yamaha Mio.

Awalnya saya sangat ragu, secara Mio hanya motor matic berbodi kecil dan berkapasitas mesin 110 cc, mana mungkin ini bisa terlewati. Tetapi keraguan itu saya kalahkan dengan penuh semangat untuk melewati semua rintangan itu. Dan akhirnya dengan penuh percaya diri saya mulai menanjaki jalanan yang terjal dengan kondisi jalan yang berbatu. Alhasil saya berhasil membawa Mio melewati jalan berbatu nan terjal itu.

Ternyata rintangan belum berakhir, di depan sana ada sungai dengan arus yang deras. Bukan hanya satu tapi dua arus deras yang harus saya lewati. Dengan langkah yang mantap saya beranikan diri untuk melewati arus sungai tersebut karena tidak ingin kalah dengan teman seperjalanan. Dengan penuh kehati-hatian saya melewati rintangan itu, berbagai macam godaan mengganggu fikiran saya pada saat melewati arus sungai yang deras itu. Alhasil saya berhasil melewati 2 arus sungai yang sangat deras.

Karena keberhasilan saya pada waktu itu, kini saya semakin cinta dengan motor yamah mio kepunyaan saya. Selain mesinnya bandel motor ini juga sangat irit. Bayangkan pulang pergi Jakarta – Puncak, saya hanya menghabiskan uang sebesar Rp 30 ribu saja. Mio… i love you so much. (tbs/tbs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads