Dari situ, Saya mulai merasa cocok dengan fitur dan performancenya sehingga Saya memutuskan untuk membeli motor merk Kawasaki ZX130 hitam buatan tahun 2005. Lalu Saya langsung bergabung dengan klub BKRC (Bike of Kawasaki Rider Club).
Kawasaki ZX 130 memiliki kualitas, kenyamanan dan kestabilan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan motor merk lainnya sekelasnya. Selain itu bentuk dan fitur ZX 130 pun lebih lengkap dari motor sekelas. Misalnya saja, ZX 130 ini sudah menggunakan RPM, posisi tangki didepan, box bagasi lebih besar, dan bentuk lampunya pun lebih menawan. Hal ini tentu saja jauh lebih baik dibandingkan dengan merk lain yang selevel, seperti Honda Supra X dan Yamaha MX.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, setelah saya menjual ZX saya yang lama, Saya pun bergegas untuk memesan Ninja 250RΒ di bulan Juli 2008. Tetapi aneh, sistem jualannya ninja 250 itu tidak standar harganya. Masa kalau mau yang ready stock harga Ninja 250 R naik menjadi 48 juta. Tapi kalau mau tunggu (inden) 4 bulan harga bandrol 'hanya' 44 juta 900 ribu. Kok bisa ya jualan kaya gitu.
Awalnya Saya pilih warna hitam namun harus inden 4 bulan. Karena menurut sales-nya, barang kosong karena banyak peminatnya. Tetapi karena sudah jatuh hati sama Ninja 250 R, ya sudah biarin deh 4 bulan gak papa.
Tetapi ternyata, baru juga selang waktu seminggu dari saya order, eh saya ditelpon oleh sales Kawasaki-nya. Saya pun ditawarkan motor ready stock tapi warnanya hijau. Akhirnya Saya menyetujui dan sekarang Saya gunakan Ninja 250 R untuk kerja dan touring bersama teman-teman bikers.
Performance Ninja 250R memang sangat baik. Larinya kencang, nyaman, bentuknya sporty, DOHC, parallel twin silinder dan mesinnya 4 tak. Ninja 250 R memang motor idaman saya deh karena semua kriterianya masuk buat saya.
(syu/tbs)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB