Kamis, 30 Jul 2020 19:51 WIB

Aduh-aduh, Abang Ojol Angkut Kambing seperti Gendong Balita

M Luthfi Andika - detikOto
Motor bawa kambing Motor bawa Kambing Foto: dok. Instagram
Jakarta -

Di periode mendekati Idul Adha seperti saat ini, banyak terlihat motor dipakai mengangkut kambing. Mungkin supaya lebih aman, abang ojol ini membawa kambing digendong pakai kain, seperti anak balita.

Banyak warga memilih membawa kambing menggunakan motor dengan alasan lebih praktis dan murah. Padahal membawa beban sebesar kambing sangat membahayakan. Bukan cuma buat si pengendara, tapi juga buat pengguna jalan lainnya.

Apalagi kalau membawa kambing menggunakan motor tanpa ada yang menemani di kursi belakang. Seperti yang dilakukan abang ojek yang satu ini.

Terlihat pada akun Instagram @sedulurkoplak, seorang pengendara motor membawa hewan kurban tanpa ada yang menemani di kursi belakang. Mungkin supaya lebih aman, abang ojol itu menggunakan alat bantu kain.

Kain tersebut dia jadikan alat gendong di punggung. Mirip yang dipakai ibu-ibu saat menggendong anak balitanya.

"Yo ngeneiki rekasane wong lanang," tulis akun tersebut.

"Ya begini beratnya usaha laki-laki," demikian kurang lebih maknanya.

Perlu diingat, sepeda motor bukan alat transportasi yang tepat untuk bisa membawa hewan kurban seperti kambing. Seperti pemberitaan sebelumnya, sebenarnya ada cara untuk membawa hewan kurban yang aman dan nyaman saat membawa hewan kurban. Seperti yang disampaikan Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu kepada detikOto.

[Gambas:Instagram]



"Disarankan jangan pakai motor lah, karena bisa berbahaya. Lebih baik menggunakan mobil bak atau bajay jangan sepeda motor karena itu berbahaya," ucap Jusri.
Menurut Jusri menggunakan kendaraan tertutup atau kendaraan yang memiliki kestabilan tinggi akan jauh lebih aman.

"Artinya pilihlah kendaraan yang memiliki kompartemen tertutup sehingga semakin sedikit pergerakan hewan kurban seperti kambing saat dibawa. Saat memilih mobil bak, pengemudi pastikan bak mobil memiliki kontener yang tinggi. Kontenernya ditinggikan agar hewan tidak melompat, karena jika sampai hewan itu lompat dari mobil itu bisa merugikan orang lain dan menjadi penyebab kecelakaan lain," kata Jusri.

Jusri menyarankan untuk para pengusaha hewan kurban, lebih baik mengirimkan hewan kurban menggunakan truk.

"Lebih baik menggunakan truk bak, jangan mobil bak. Saya tidak merekomendasikan mobil bak biasa karena akan sangat mudah hewan kurban lompat. Selai itu pastikan kambing dan sapi terikat dengan benar. Karena hewan kurban bahkan sapi itu tidak hanya lompat karena dia bisa lompat, tetapi dia bisa juga saling menginjak lalu mereka keluar dari bak mobil, di situlah mengapa kontenernya harus lebih tinggi dari hewan kurban," Jusri menambahkan.



Simak Video "Bahagianya Rara LIDA Bisa Berkurban Pertama Kali saat Idul Adha"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com