Kamis, 14 Feb 2019 17:44 WIB

Catatan Pengendara

Salahkah Motor Masuk Tol?

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Saya saat menjajal motor Ducati di jalan tol Italia (Foto: Dok.Istimewa)
Jakarta - Hendra, pengendara motor gede berkapasitas 1.000 cc terpaksa menggendong motornya dengan mobil towing. Dia tak kuat lagi menahan panas mesin mogenya yang terkena macet di jalanan Purwakarta, Jawa Barat.

Tadinya Hendra berniat touring dari Bandung menuju Jakarta. Namun kemacetan yang menggila memaksanya untuk mengurungkan niatnya.

"Daripada paha, biji (maaf) dan motor kepanasan, mending motor digendong saja," ujar pria paruh baya itu sambil tertawa dengan logat pelat B-nya yang khas.



Mungkin kalau motor bisa masuk jalan tol, niatnya touring bisa saja terjadi. Motor bisa lebih ngebut di jalan tol, dan tak lagi kepanasan karena macet.

Tapi untuk masuk jalan tol, motor banyak menemui rintangan dari masyarakat. Banyak yang tidak setuju dengan ide yang dicetuskan awalnya oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Bayangkan saja, bagaimana nasib jalan tol jika tiba-tiba ada ribuan motor masuk jalan tol, jalan tol jadi seperti jalan raya biasa saja, tidak ada istimewanya buat pengendara ya?

Kalau di luar negeri, dengan populasi pemotor yang sedikit dan perilaku yang lebih (atau sangat) tertib, motor masuk jalan tol mungkin terasa biasa. Mereka bisa beradu cepat dengan pengguna mobil karena penggunanya sama-sama tahu aturan. Jangan menyalip di lajur lambat, atau tidak melebihi kecepatan sudah mafhum.

Tapi kalau di Indonesia, bayangkan ada emak-emak yang tiba-tiba belok kanan tapi lampu sein ke kiri di jalan tol? Waduh bisa bahaya ya?

Belum lagi efek angin yang sangat terasa di jalan tol. Motor bermesin 110 cc pasti sudah biasa mendapatkan efek angin ini. Tak perlu di jalan tol, di jalan biasa, pun kadang motor oleng kena angin.

Lihat Video: Kata Pengendara soal Motor Masuk Tol

Itu rata-rata omongan dari mereka yang tidak suka motor masuk jalan tol. Sekitar 60 persen lebih pembaca situs berita yang tengah Anda baca ini tidak suka motor masuk tol.
Tapi bagaimana menurut mereka yang senang motor masuk tol?

"Kalau bisa sih yang 500 cc ke atas boleh lah masuk jalan tol. 250 cc masih kebanyakan yang punya, nanti jalan tol penuh-penuh juga, dan ya seperti yang anda katakan tadi, motor kecil kalau kena angin di jalan tol bisa bahaya, oleng kapten! Kalau moge kan agak berat jadi lebih nyaman kalau kena angin," kata seorang pengendara moge.

Secara aturan, memang motor bisa masuk jalan tol asalkan ada jalur khusus untuk pemotor seperti di Suramadu dan Tol Mandara Bali. Jadi kalau motor masuk tol, harus dipisahkan antara mobil dan motor.

Pengelola tol pun pastinya bisa mendapatkan tambahan pemasukan dari pemotor. Namun pekerjaan rumah tetap harus dilakukan semua pihak yakni membuat para pemotor tertib lalu lintas. Nah itu PR yang super-super berat!

Infografis motor masuk tolInfografis motor masuk tol Foto: Zaki Alfarabi


--------
Dadan Kuswaraharja
Redaktur Pelaksana detikcom

(ddn/ash)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com