Menurut Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Indonesia Edo Rusyanto, presiden harus campur tangal memerangi masalah kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Sebab angka kecelakaan semakin mengkhawatirkan. Maka dari itu, dengan adanya presiden baru, diharapkan bisa lebih turun tangan memerangi masalah ini.
"Kita mengharapkan kepada presiden baru nanti agar bisa wajib hadir melindungi warganya di jalan raya," tegas pria yang akrab disapa Edo dalam acara Road Show Mengupas Jejak Roda 2014 di Kampus UPN Veteran Jakarta, Kamis (11/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang tinggal seperti apa caranya untuk lebih serius lagi. Karena melihat data dari Korlantas Polri, dalam 10 tahun terakhir angka kecelakaan atau kematian akibat kecelakaan lalu lintas tidak menurun drastis," katanya.
Sebagai contoh Edo membeberkan, ketika mudik tahun 2014 ini, hanya berkurang 5 orang dari tahun lalu tercatat ada 50 orang yang meninggal.
"Mudik tahun ini setiap harinya 45 orang meninggal akibat kecelakaan, tahun lalu 50 orang setiap harinya. Turunnya hanya sekitar 9 persen," katanya lagi.
Edo melanjutkan, Indonesia itu memiliki masalah yang serius di jalan raya. Industri otomotifnya berkembang, tapi angka kematian atau kecelakaan lalu lintas juga ikut naik atau tidak menunjukan penurunan yang signifikan.
"Alangkah indahnya kalau presiden ikut turun peduli terhadap keselamatan di jalan raya," tuntas Edo menggebu-gebu.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit