Gadis bernama Rachel N. Gannon, dari Kansas City itu di September 2011 sedang mengirim pesan teks sambil melihat telepon dan mendengarkan musik dengan suara keras ketika ia kehilangan kendali mobilnya dan bertabrakan dengan kendaraan lain yang dikendarai oleh Loretta Larimer, nenek berusia 72 tahun yang akhirnya tewas.
Gannon pun disidang. Pada tanggal 31 Mei 2012, Gannon mengaku bersalah untuk tuduhan pembunuhan tingkat dua yang merupakan tuduhan untuk pembunuhan yang disengaja, penyerangan tingkat tiga dan melanggar hukum Missouri tahun 2009 yang melarang pengendara berusia 21 tahun ke bawah untuk mengemudi sambil SMS-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Gannon kedapatan melanggar pembebasan bersyaratnya untuk setidaknya dua kali. Dia pindah dari rumah orang tua-nya untuk tinggal bersama pacarnya, berhenti kerja dan kedapatan mabuk di sebuah pesta.
Dia akhirnya dihukum penjara 1 tahun oleh hakim tetapi diizinkan untuk pergi ke sekolah untuk mengikuti program bimbingan dan melaporkan kembali ke penjara selambat-lambatnya 30 menit setelah jam sekolah usai. Tapi dia diduga melewatkan 31 tutorial terjadwal dan baru-baru ini terlihat nongkrong di sebuah tempat bukannya menghadiri kelas.
Karena hal itu, dilansir Daily Mail, hakim pun langsung bertindak tegas dengan menghukum penjara penuh selama 3,5 tahun untuk gadis ini.
Hakim Abe Shafer yang mencabut hukuman percobaan Gannon mengakui kalau ini adalah keputusan yang sulit. Namun keputusan harus dibuat meski ibu Gannon menangis di depan hakim dan keluarga korban tidak mendukung keputusan penjara ini karena akan merusak hidup si gadis.
(syu/ikh)











































Komentar Terbanyak
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus
Raja Mobil Listrik di Indonesia Semester Pertama 2026