×
Ad

Pelajaran dari Kecelakaan BYD Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol di Blok M

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 25 Okt 2026 15:03 WIB
Foto: Mobil listrik BYD menabrak 4 mobil dan melindas pengemudi ojol diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan. (Rumondang/detikcom)
Jakarta -

Pengemudi mobil listrik BYD berinisial S (46) menabrak empat mobil secara beruntun dan melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial HS (56) di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Apa penyebabnya?

Kecelakaan ini terjadi pada Jumat (23/10) pukul 16.48 WIB. Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut bermula saat mobil BYD melaju dari arah selatan menuju utara.

"Semula kendaraan mobil BYD NRKB B-1220-KDP, melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Panglima Polim wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," kata Kharisma dalam keterangannya, Sabtu (24/10) dikutip dari detikNews.

Kharisma menyampaikan, mobil BYD itu menabrak Honda Brio bernomor polisi B-2967-NGY yang melaju searah di depannya, lalu oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat yang dikendarai pengemudi ojol berinisial HS serta mobil Wuling. Kendaraan tersebut kemudian naik ke trotoar dan menabrak dua mobil lain yang sedang terparkir.

"Sesampainya di depan Win Hotel, karena kurang hati-hati dan konsentrasi, menabrak kendaraan Brio B-2967-NGY yang melaju searah di depannya, kemudian oleng ke kiri menabrak kendaraan Honda Beat A-3867-DD lalu menabrak kendaraan Wuling B-1835-ERZ yang sedang berhenti di kiri jalan, lalu naik trotoar dan menabrak mobil Mobilio B-1247-WZK dan mobil Toyota Navi B-2447-TWB yang sedang parkir di Hotel Amaris," ujarnya.

Saat ini, polisi masih memeriksa S untuk mengetahui penyebab detail kecelakaan yang terjadi. Polisi juga telah melakukan tes urine dan hasilnya negatif alkohol ataupun narkoba.

"Masih kami dalami penyebabnya, hasil pemeriksaan sementara sopir kaget dan panik," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo saat dihubungi, Minggu (25/10/2026).

Dikutip Antara, S diduga kaget setelah menyenggol mobil di sampingnya sehingga membanting setir ke kiri. Mobil yang dikemudikannya kemudian kehilangan kendali dan menabrak pengemudi ojol berinisial HS (56).

"Mungkin kaget, terus oleng, mau jalan lagi, tapi berhenti di depan itu, Hotel Amaris," ujar Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto.

Dari insiden itu ada pelajaran penting yang harus diketahui. Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) Sony Susmana menegaskan banting setir untuk menghindari kecelakaan bukanlah tindakan bijak, yang ada justru sangat berbahaya.

"Karena nggak gampang menjaga keseimbangan kendaraan, itu bisa dilihat dari kemampuan pengemudi yang berbeda-beda secara keterampilannya, kondisi fisik dan mentalnya," ujar Sony saat dihubungi detikOto, beberapa waktu lalu.

Menurut Sony, cara aman untuk mencegah kecelakaan bukan menghindari dengan banting setir. Pengemudi harus tetap menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.

"Sebuah tindakan proaktif tapi jaga jarak dilakukan karena selama ini pengemudi selalu mengandalkan keterampilan reaktif," beber Sony.

Perlu diketahui berdasarkan studi Direktur Penelitian dan Pengajaran di Driver Research Institute, Dr. Jeffrey Muttart yang berbasis di East Hampton, Connecticut, keberhasilan manuver penyelamatan lewat banting setir tidak hanya dibentuk oleh refleks semata,melainkan bergantung pada waktu reaksi pengemudi, tingkat perhatian, kondisi jalan, hingga ketersediaan ruang di sekitar kendaraan.

Dalam studi itu disebutkan saat menyetir kondisi normal, pindah jalur itu butuh waktu sekitar 7 detik. Tapi jika terdapat bahaya mendadak, otak langsung panik dan semuanya diringkas cuma jadi 1 sampai 2,5 detik aja!

Lebih lanjut, tindakan banting setir darurat yang dilakukan secara panik justru sangat berisiko menimbulkan kecelakaan jenis baru, yaitu mobil melintir sendiri, terpelintir keluar jalan, atau menabrak objek lain akibat salah membalas setir.

Karena panik dan waktu keburu habis, pengemudi gagal mengoordinasikan antara rem dan kemudi. Walhasil cuma menyentak setir secara asal tanpa mengerem dengan cukup, yang sering kali berujung tabrakan atau hilang kendali.



Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"

(riar/lua)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork