Ngeri! Toyota Alphard Ringsek Tabrak Truk di Tol Boyolali, Ini Pelajaran Pentingnya

ADVERTISEMENT

Ngeri! Toyota Alphard Ringsek Tabrak Truk di Tol Boyolali, Ini Pelajaran Pentingnya

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 24 Nov 2022 16:56 WIB
Kecelakaan Alphard dengan truk trailer di Tol Semarang-Solo Km 490, Boyolali, yang menewaskan tiga orang, Kamis (24/11/2022) pagi.
Alphard ringsek setelah alami kecelakaan di Tol Boyolali. Foto: Jarmaji/detikJateng
Jakarta -

Toyota Alphard terlihat ringsek usai mengalami kecelakaan di Tol Semarang-Solo km 490. Mengutip pemberitaan detikJateng, Toyota Alphard itu ringsek setelah menabrak truk trailer. Diceritakan, kecelakaan bermula ketika Toyota Alphard dengan nomor polisi AD 374 Z melaju dari arah barat ke timur.

Kemudian di km 490, Alphard tersebut menabrak truk trailer yang tengah melaju di depannya. Setelah menabrak truk trailer, pengemudi Alphard diketahui membanting setir ke kanan hingga menabrak beton median jalan.

Diduga kuat sopir mengantuk hingga menyebabkan kecelakaan. Akibat dari kecelakaan itu, tiga orang tewas. Sementara sopir Alphard dan penumpangnya mengalami luka-luka.

"Pengemudi diduga mengantuk lalu oleng ke kiri dan menabrak KBM (truk) trailer. Kemudian Alphard banting ke kanan menabrak beton median tengah dan posisi akhir Alphard menghadap ke barat di lajur 2 dan trailer berhenti di bahu jalan," ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy.

Dari kecelakaan tersebut, ada satu pelajaran penting yang bisa diambil. Hindari berkendara dalam kondisi mengantuk. Rasa kantuk yang muncul ketika berkendara ini sangat membahayakan. Laman Auto2000 menjelaskan, pengendara bisa kehilangan fokus atau parahnya bisa menyebabkan microsleep ketika berkendara dalam kondisi mengantuk.

Microsleep adalah kondisi dimana seseorang mengalami tidur singkat dalam hitungan detik. Dalam hitungan singkat itu, pengendara akan kehilangan kendali. Untuk itu, bila merasa benar-benar mengantuk sangat tidak disarankan mengendarai mobil.

Praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana menyarankan agar pengemudi segera beristirahat ketika mengantuk. Kalaupun di belakang ada penumpang, bila memungkinkan penumpang memperhatikan kondisi sopir. Bila terlihat gestur mengantuk, sebaiknya mencari tempat peristirahatan.

"Ngantuk dan berujung overthinking dan hilang konsentrasi, artinya memaksakan diri ketika memang sudah ngantuk. Sebaiknya berhenti sesaat di tempat yang aman untuk istirahat," kata Sony belum lama ini.



Simak Video "Catat! Tugas Polantas Tidak Hanya Sebatas Menilang Lho"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT