Nggak Perlu Pak Ogah, Lihat Tertibnya Pengendara Jepang Saling Kasih Jalan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 12 Sep 2021 11:19 WIB
Meskipun Tokyo memiliki populasi penduduk yang sangat padat, lalu lintas di sana terlihat lengang. Polusi udara pun tergolong sedikit, bahkan cenderung bersih dan sehat.
Tertibnya pengendara di Jepang, tak ada yang saling serobot. Foto: Dikhy Sasra
Tokyo -

Tertibnya pengendara di Jepang bikin iri warganet di Indonesia. Di sana, saat kemacetan tak ada pengendara yang saling serobot. Yang ada pengendara Jepang saling memberikan jalan bergantian.

Dalam video yang diunggah Facebook Japan Inside, terlihat pengendara mobil di Jepang saling memberikan jalan di persimpangan. Satu per satu mobil bergabung di satu lajur secara bergantian.

Di luar negeri, cara berkendara saling bergantian ini disebut sebagai zipper merge. Mengusung prinsip seperti ritsleting pada pakaian, mobil-mobil yang bergabung menjadi satu lajur saling bergantian memberikan jalan.

"Zipper method ini sudah menjadi bagian dari cara mengemudi dengan perilaku. Hanya di kita dibilangnya berbagi, gantian atau ngalah. Metode ini banyak dilakukan di jalan-jalan yang bottle neck, persimpangan pada jalan masuk utama," kata Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana kepada detikcom, Minggu (12/9/2021).

Dikutip dari Departemen Transportasi Minnesota Amerika Serikat, cara berkendara yang menerapkan zipper merge ini menguntungkan bagi pengemudi individu dan masyarakat luas. Penelitian menunjukkan dengan menerapkan zipper merge atau melaju bergantian seperti prinsip ritsleting, risiko bahaya akan berkurang.

Adapun manfaat menerapkan zipper merge antara lain mengurangi panjang antrean kendaraan hingga 40%, mengurangi kemacetan di persimpangan jalan, serta menciptakan rasa keadilan dan kesetaraan bahwa semua jalur bergerak dengan kecepatan yang sama.

[Gambas:Youtube]



"Zipper method ini sebagian kecil dari cara berkendara yang dilakukan pengemudi-pengemudi di negara-negara tetangga, seperti memprioritaskan penyeberang jalan, kecepatan kendaraan seirama, berhenti di crossjunction (persimpangan) dan lain-lain. Intinya tertib berlalu lintas," ujar Sony.

Wah, kalau pengendara Indonesia bisa menerapkan zipper merge seperti ini, profesi 'Pak Ogah' tidak perlu lagi dong?

"Selain lalu lintas lebih lancar, juga terlihat nyaman, tidak ada sodok-sodokan yang berujung serempetan," ucap Sony.



Simak Video "Pemalakan-Cegat Mobil di Jalan Kerap Terjadi, Lakukan Ini untuk Antisipasi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/mhg)