Mobil Listrik Terobos Banjir: Air Naik Sampai Kap Mesin Masih Bisa Jalan, Aman?

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 29 Jul 2021 15:38 WIB
Mobil listrik Tesla terobos banir, air naik sampai atas kap mesin
Foto: Screenshot Twitter @Ray4Tesla. Mobil listrik Tesla terobos banir, air naik sampai atas kap mesin.
Jakarta -

Kehadiran mobil listrik masih menimbulkan sejumlah pertanyaan, terutama soal durabilitas kendaraan ramah lingkungan ini ketika diajak melintas berbagai kondisi jalan. Salah satu kekhawatiran pengguna mobil listrik adalah, apakah mobil tanpa asap itu mampu dikendarai di kondisi hujan atau untuk melewati genangan air.

Nah, baru-baru ini di China viral sebuah video yang memperlihatkan mobil listrik Tesla ketika sedang melewati banjir di sebuah jalan tol. Banjir tersebut terlihat cukup parah, sehingga air sampai naik ke kap mesin, bahkan hingga mengenai jendela depan Tesla tersebut.

Tapi yang menarik, mobil listrik buatan Amerika Serikat tersebut terus melaju tanpa masalah sedikit pun. Padahal seperti diketahui, mobil dengan tenaga listrik seharusnya lebih sensitif jika terkena air dibandingkan dengan mobil konvensional (ICE).


Lalu apakah aman bagi mobil listrik terobos banjir?

Seperti pernah dijelaskan Presiden Direktur Prestige Image Motorcars, Rudy Salim, mobil listrik Tesla aman-aman saja melewati banjir. Namun tetap saja, namanya mobil sedan tentu memiliki batas maksimum ketinggian air yang bisa diterobos.

"Mobil ini (Tesla) maksimal tinggi air 200mm (20 cm). Batas maksimalnya 200 mm," ungkap Rudy. Maka itu, jika ketinggian genangan air lebih dari 20 cm, sebaiknya jangan sekali-kali memaksakan untuk menerobos genangan air tersebut. Sebab, kalau sudah terendam dan rusak, biaya perbaikan yang tinggi akan menghantui pemiliknya. "Untuk lewat dari itu lebih baik jangan melewati banjir itu," kata Rudy.

Tak hanya di merek Tesla, merek mobil listrik lain seperti Hyundai pun menyarankan hal yang sama. Seperti dijelaskan Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Bonar Pakpahan, mobil listrik memiliki risiko yang sama seperti mobil konvensional dalam urusan melewati genangan air.

"Sebaiknya kalau bisa cari jalan lain, mending putar balik saja. Tetapi kalau dalam kasus emergency di mana memang kita harus lewati genangan air itu, , pastikan bahwa genangan itu tidak lebih tinggi dari setengah hub (sumbu) roda," kata Bonar, belum lama ini.

Meski tidak didesain untuk melintasi genangan air, menurut Bonar, baterai pada mobil listrik sudah diuji sedemikian rupa supaya tahan bocor dan tahan benturan. Jadi meski letak baterai mobil listrik berada di lantai atau di bawah kursi, dipastikan masih aman dipakai melewati banjir dalam kondisi darurat.

"Baterai dari mobil listrik itu sudah melalui serangkaian pengujian cukup ketat, termasuk di antaranya pengujian kebocoran, benturan, dan kita percaya lah bahwa produsen mobil termasuk Hyundai pasti sudah merancang kompartemen baterai maupun baterai itu sendiri sedemikian rupa supaya tahan kebocoran dan lain sebagainya," lanjut Bonar.

Tapi jika dibandingkan mobil konvensional (internal combustion engine) yang sangat rentan rusak jika air intake kemasukan air, mobil listrik cenderung lebih safety.

"Kalau dari aspek kemasukan air sehingga merusak mesin, mobil listrik lebih aman, iya. Karena kan prinsip kerjanya berbeda," jelas Bonar. Namun sekali lagi, baik mobil konvensional atau mobil listrik sebaiknya hindari genangan air.

(lua/din)