Detik-detik Fitur Autopilot Tesla 'Nyerah' di Jalan Macet

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 04 Apr 2021 19:26 WIB
fitur autopilot Tesla nyerah saat macet
Fitur Autopilot Tesla nyerah saat macet Foto: Screenshot Youtube High Tech Machine
Jakarta -

Seorang pemilik Tesla Model X yang sedang mengemudi di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, baru-baru ini membagikan fitur Autopilot yang beroperasi di lalu lintas di jalan yang padat. Tapi tiba-tiba fitur autopilot itu menyerah menghadapi kemacetan lalu lintas.

Video berdurasi 26 detik itu menunjukkan kemacetan jalan yang dipenuhi dengan mobil dan sepeda motor. Lalu lintas pun merayap pelan-pelan.

Mobil listrik Tesla punya sederet teknologi canggih untuk membantu pengendara melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Hal ini semua bisa dilihat dalam Surround View Monitor yang menampilkan benda yang ada di sekeliling mobil, seperti mobil, sepeda motor dan juga manusia.

Meski jalur terbilang padat, autopilot masih bergerak maju sedikit dan mencapai kecepatan 6 km/jam untuk lebih dekat dengan kendaraan di depan. Tetapi karena volume kendaraan terus bertambah, sepeda motor juga terlihat tiba-tiba masuk ke jalur Tesla Model X tersebut. Fitur Autopilot itu akhirnya menyerah lalu meminta penggantian manual dari pengemudinya.

Ada dua pesan yang muncul, yakni take over immediately, dan cruise control unavailable. Sesaat kemudian, mobil pun melambat hingga nol kilometer per jam. Sistem bantuan pengemudi tampaknya memutuskan bahwa mobil belum cukup mampu menavigasi jalan yang sibuk seperti itu.

Melalui fitur Autopilot, pengemudi bisa melepas kendali pada sistem elektronik dan kecerdasan komputer. Tapi perlu ditekankan bahwa fitur autopilot pada Tesla tidak sepenuhnya autonomous, artinya masih dibutuhkan campur tangan dari pengemudi.

Untuk diketahui fitur auto pilot pada Tesla menggabungkan beberapa fungsi yang dapat dioperasikan terpisah, yakni traffic-aware cruise control dan auto steer.

Fitur mengemudi otomatis Tesla, seperti Navigate on Autopilot, lebih mengandalkan kamera dibanding fitur otonom milik produsen lain. CEO Tesla Elon Musk terkenal menolak lidar (sensor jarak dan deteksi cahaya) karena terlalu mahal.

Delapan kamera memberikan visibilitas 360 derajat di sekitar mobil pada jarak hingga 250 meter. Dua belas sensor ultrasonik yang diperbarui melengkapi 'penglihatan' canggih ini, memungkinkan untuk mendeteksi benda keras dan lunak. Radar yang menghadap ke depan memberikan data tambahan tentang kondisi jalan yang mampu melihat dalam kondisi hujan lebat, kabut, debu, bahkan mobil di depan.

Saat ini Tesla tengah mengembangkan Full Self-Driving (FSD). Sistem FSD ini seharusnya bisa mengatasi bermacam kondisi di jalanan yang diklaim lebih baik, fitur ini adalah salah satu proyek terbesar Tesla.

[Gambas:Youtube]





Simak Video "Aksi Pilot Drone 'Bubarkan' Pemotor RX King yang Masuk Sirkuit Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/riar)