Perawat Ini 9 Bulan Hidup dalam Mobil untuk Lindungi Ibunya dari Corona

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 13 Jan 2021 10:40 WIB
Seorang perawat tinggal 9 bulan di dalam mobil untuk lindungi ibunya dari virus Corona
Seorang perawat tinggal 9 bulan di dalam mobil untuk lindungi ibunya dari virus Corona. Foto: Facebook
Jakarta -

Seorang perawat di Inggris rela hidup 9 bulan di dalam mobil karavan demi melindungi ibunya dari potensi tertular virus Corona (COVID-19). Ia kini telah kembali ke rumah setelah sang ibu mendapatkan vaksin pada Desember tahun lalu.

Dikutip dari Daily Mail, perawat NHS (National Health Service) Sarah Link bersama suaminya Gary, harus tinggal di sebuah karavan yang diparkir di jalan masuk rumah mereka di Cradley, Black Country, West Midlands. Mereka melakukan itu demi melindungi ibu Sarah yang sudah berusia 84 tahun agar tidak tertular virus Corona.

Sarah sudah bekerja sebagai perawat selama 17 tahun, di Rumah Sakit Queen Elizabeth, Birmingham. Sementara sang suami, menjalankan bisnis penjual ikan.

Seorang perawat tinggal 9 bulan di dalam mobil untuk lindungi ibunya dari virus CoronaSarah Link dan Gary Foto: Facebook

Mereka berdua memutuskan membeli karavan pada Maret 2020 saat awal terjadinya pandemi. Mobil karavan bekas itu dibeli seharga £ 600 (Rp 11,6 juta) sebagai solusi jangka pendek. Tapi yang terjadi di luar dugaan, Sarah dan suaminya harus tinggal berbulan-bulan di mobil seiring peningkatan kasus positif Corona di Inggris.

"Kami mengira akan tinggal selama empat minggu atau maksimal 12 minggu, lalu musim panas datang dan pergi dan sembilan bulan kemudian kami masih di sana," kata Sarah. "Itu luar biasa, saya tidak percaya kami melakukannya," sambungnya.

Sarah dan suaminya pun harus melewatkan perayaan-perayaan besar di atas mobil karavannya. Pasangan itu mendekorasi karavan sepanjang tahun untuk menyambut Halloween dan hari raya Natal.

Mereka berdua dinyatakan positif mengidap virus Corona pada bulan Desember 2020 dan terus mengisolasi diri dalam karavan untuk memulihkan kondisi kesehatannya.

Setelah ibunya diinokulasi dengan vaksin COVID-19 pada bulan Desember, mereka berdua akhirnya dapat kembali ke rumah yang mereka tinggali bersama.

"Rasanya seperti memenangkan lotere, bangun di tempat tidur yang layak," katanya. "Saya tidak akan lebih bahagia jika saya memenangkan (hadiah) satu juta pound."



Simak Video "Perawat Buka Warung Serba Rp 2.000-an Demi Bantu Sesama"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)