Selasa, 16 Okt 2018 19:56 WIB

Ini Kali Pertama SPBU Dijadikan Tempat Pernikahan

Rizki Pratama - detikOto
SPBU dijadikan Tempat Menikah Foto: Pool (Indonesia Crazy Picture) SPBU dijadikan Tempat Menikah Foto: Pool (Indonesia Crazy Picture)
Tapin - Pertamina sebagai badan usaha milik negara pastikan kejadian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dijadikan tempat menikah baru merupakan yang pertama kali terjadi. Pertamina pastikan kejadian itu tidak akan terjadi lagi.



Seperti yang tengah ramai di media sosial dan pemberitaan detikOto, entah atas dasar apa mitra usaha pertamina yang menyalurkan BBM di APMS No 66.0311 Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan milik PT Noor Avia Group mengadakan pesta pernikahan di SPBU tersebut.

SPBU Dijadikan tempat pernikahanSPBU Dijadikan tempat pernikahan Foto: Pool (Indonesia Crazy Picture)


Terlepas dari APMS tersebut meminta izin atau tidak, Pertamina dengan tegas tidak akan mengizinkan penggunaan sarana pengisian BBM dialihfungsikan untuk kegiatan lain.



"Untuk di Kalimantan ini baru pertama kalinya, tapi sejauh ini belum pernah ada yang melakukan kegiatan seperti ini atau penyalahgunaan di SPBU atau APMS sepengetahuan saya untuk daerah Kalimantan khususnya," terang Manager Communication & CSR Region Kalimantan PT Pertamina, Yudy Nugraha, kepada Detikoto.

"Nanti kami tegaskan lagi aturan-aturan yang sebenarnya sudah ada kepada mitra usaha kami yang menyalurkan BBM dari Pertamina supaya tidak terjadi lagi ke depannya," pungkas Yudy.



Selanjutnya dijelaskan dalam menjalankan operasional lembaga penyaluran BBM yakni SPBU/APMS, Pertamina memiliki standar keamanan yang tertuang dalam kontrak kerjasama antara Pertamina dan para mitra usaha yang harus dipatuhi guna menghindari hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak maupun masyarakat sekitar lokasi lembaga penyalur.

"Lembaga penyalur yang bersangkutan kami nyatakan lalai dalam memenuhi komitmen Safety yang tertuang dalam kontrak kerjasama sehingga akan dijatuhkan sanksi oleh Pertamina," tambah External Communication PT Pertamina, Arya Dwi Paramita yang dihubungi Detikoto.

Menanggapi pelanggaran ini Pertamina memberika sanksi selama satu bulan kepada APMS ini berupa pemberhentian pasokan BBM. Selanjutnya Pertamina akan menyampaikan lesson learned dari kejadian ini kepada para pengusaha mitra yang tergabung dalam Hiswana Migas, agar tidak terulang di masa mendatang dan menjadikan SPBU sebagai lembaga yang bertugas menyalurkan BBM kepada masyarakat, dengan jaminan aspek keselamatan operasional yang sesuai dengan standar yang telah diatur sebelumnya. (lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed