Detikcom berkesempatan melihat buruknya lalu lintas di Manila. Selama empat hari berada di Manila dan keliling sekitar kota dapat merasakan buruknya pengaturan lalu lintas di kota tersebut.
Seperti tingkah laku pengendara mobil maupun roda empat yang kerap melanggar lalu lintas mulai dari menerobos lampu merah hingga melewati garis marka putih. Terlebih pelanggaran itu dilakukan meski ada polisi yang berjaga. Seakan cuek merekapun tidak peduli dengan adanya tata tertib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam itu detikcom hendak mendatangi hotel tempat tinggal kontingen mahasiswa Indonesia dalam kompetisi Shell Eco-marathon 2015. Mayoritas mereka tinggal di Manila Bayview Hotel.
Β
"Disini posisinya cuek semua, mereka nggak peduli. Kecuali diberi uang baru mereka peduli," ujar Charlitos sembari tertawa.
Meski berjarak tidak begitu jauh dari arena sirkuit, Namun lama perjalanan bisa mencapai dua jam. Tak jauh berbeda dengan yang selalu macet.
"Jadi Mayorita kalau taksi disini kebanyakan kendaraan matic, sehingga tidak terlalu capai kalau nyetir cuma gas dan rem, kecuali Jepney itu mobil peninggalan jaman dulu," imbuhnya.
Selain buruknya pengaturan lalu lintas, saat ini Filipina tengah melakukan ekspansi pembangunan mulai dari pembuatan jalan layang tol hingga transportasi masal. Arus lalu lintas kendaraan pun baru berakhir ketika tengah malam. Ketika itu susana sedikit lebih lengang.
(edo/ady)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi