Memarkir kendaraan bagi beberapa kalangan adalah satu kegiatan berisiko. Dan memang begitu adanya. Bahkan di Inggris, tiap tahun para pengendara total harus mengeluarkan dana hingga 175 juta pounds atau sekitar Rp 2,7 triliun.
Angka sebesar itu digunakan untuk memperbaiki mobilnya akibat insiden saat parkir seperti terserempet di bagian samping atau tertabrak di depan atau belakang kendaraan hingga tersenggol pintu yang terbuka.
Di negeri Ratu Elizabeth II tersebut tiap tahun rata-rata ada 125.000 insiden di tempat parkir yang memuncak di tahun 2011 ketika tercatat ada 130.750 insiden atau 358 insiden tiap hari.
Penelitian yang dilakukan oleh Accident Exchange memaparkan kalau kebanyakan insiden terjadi karena pengendara berusaha memarkir di lahan yang sempit.
Bila melihat secara keseluruhan, diperkirakan ada 2,5 juta kecelakaan di jalanan Inggris pada tahun 2011 lalu dan insiden di tempat parkir mewakili 5 persen diantaranya.
Namun uniknya, Lee Woodley dari Accident Exchange juga memaparkan kalau teknologi cukup membantu menghindari kecelakaan. Hanya saja, ketergantungan yang berlebih pada teknologi ternyata malah membawa efek yang negatif.
"Beberapa teknologi bisa membuat keadaan menjadi lebih buruk. Dalam beberapa situasi, ketergantungan kita pada gadget seperti sensor parkir bisa membuat kita jadi kurang baik," katanya dalam siaran pers, Sabtu (3/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian sendiri didasarkan pada 68.963 insiden ditangani Accident Exchange pada rentang waktu antara 2010 dan Juli 2012.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi