Catatan Tragedi Tugu Tani

Catatan Tragedi Tugu Tani

- detikOto
Kamis, 26 Jan 2012 14:33 WIB
Catatan Tragedi Tugu Tani
Jakarta - Cukup menyengat ketika menerima info lewat pesan singkat dari seorang kawan jurnalis bahwa telah terjadi lagi sebuah kecelakaan tragis dengan menggunakan kendaraan jenis yang sama yang digunakan oleh seorang artis yang beberapa saat yang lalu, menewaskan istrinya di tol Cipularang.

Terbayang bagaimana menderitanya keluarga korban yang ditinggali oleh mereka yang tewas, terbayang bagaimananya jika yang meninggal adalah kepala keluarga penompang ekonomi mereka, terbayang hancurnya ekonomi dan masa depan keluarga yang ditinggal.

Bermacam-macam analisis tertulis dan terdengar dari beragam media tentang tragedi ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persoalannya bukan dari isi liputan itu yang harus kita simak, persoalannya bukan bagaimana menderita nya para keluarga korban dan si pelaku penyebab kecelakaan, persoalannya bukan mengapa kendaraan merek ini/itu tidak laik jalan, bukannya mudahnya memperoleh SIM di tanah air, bukan infrastruktur yang tidak seimbang, Kecepatan kendaraan yang terlalu kencang atau right or wrong?

Persoalan yang patut dibahas adalah bagaimana kecelakaan kendaraan bermotor di jalan raya seperti tidak berulang kembali, katakanlah tragedi ini adalah yang terakhir pada 2012.

Dan ini harus menjadi tekad bangsa ini. Jangan seperti kasus-kasus tragedi di jalan raya sebelumnya. Sebatas menjadi weekly top issue. Tidak ada perencanaan dan pelaksanaan recovery yang efektif agar kecelakaan kedaraan bermotor di jalan tidak menjadi epidemi pemusnahan bangsa.

Pada kesempatan ini saya bermaksud memberikan sedikit pendapat melalui tulisan ini yang mungkin dapat menjadikan guidance bagi kita dalam menyikapi agar tragedi semacam ini dapat berkurang atau tidak berulang kembali.

Saya tidak bermaksud menyalahkan pihak-pihak tertentu, saya menulis semata dengan semangat agar kita tidak mengalami, menjadi penyebab atau menjadi korban kecelakaan yang dialami oleh 9 orang korban Tugu Tani tersebut.

Sepanjang berita kecelakaan ini menjadi liputan, pembahasan hanya sebatas pas kecelakaan-kejadian, pada saat kecelakaan terjadi dan cerita pada pra-kecelakaan, khususnya yang dilakukan oleh si penyebab kecelakaan.

Sehingga ada elemen yang hilang belum terungkap yang seharusnya menjadi guidance dari lesson learn dalam melengkapi strategi agar kecelakaan-kecelakaan lalu lintas semacam ini, minimal dapat berkurang bahkan dapat dihindari.

Yang harus diketahui bahwa penyebab kecelakaan dapat dipicu dari perilaku tidak aman (unsafe behaviour) atau kombinasi dari dari perilaku tidak aman dengan lingkungan tidak aman (unsafe conditions).

Berdasarkan fakta bahwa jalan raya adalah sarana bersama oleh karena itu pemakainya terdiri dari beragam kelompok:



  • Manusia dengan beragam kondisi: anak-anak, orang mabuk, stress, mengantuk, melamun, gila, tidak berpendidikan, baru mengemudi dan lain-lain.
  • Kendaraan bermotor dengan beragam kondisi: Tidak laik jalan, rem tidak bekerja, sistem penerangan yang rusak, ban gundul dan lain-lain.
  • Binatang
  • Kendaraan transportasi tradisional dengan bergam kondisi. Tidak dilengkapi dengan sistem keamanan laik jalan.

Dengan demikian, sebaik-baiknya jalan raya yang ada, harus kita tetapkan bahwa jalan raya adalah lingkungan yang tidak aman oleh karena kondisinya.

Penyebab langsung Kecelakaan

Adalah hal klasik yang selalu dengan mudah dapat disimpulkan pada hampir semua kecelakaan yang pernah terjadi. Antara lain sebagai berikut:



  • Rem kendaraan tidak bekerja dengan normal
  • Sistim kemudi yang tidak berfungsi normal
  • Kendaraan yang tidak laik jalan
  • Kecepatan terlalu tinggi
  • Pengemudi yang ceroboh
  • Kondisi jalan yang tidak memenuhi syarat
  • Keletihan yang dialami pengemudi
  • Pengemudi dalam pengaruh alkohol / narkoba

Kesimpulan:



  • Kecelakaan dapat dihindari bilamana perilaku dan lingkungan tidak aman dapat dihindari.
  • Jalan raya: Lingkungan yang tidak aman yang harus diantisipasi oleh pemakainya
  • Dikarenakan probabilitas, maka kecelakaan kendaraan bermotor di jalan raya memiliki peluang dialami oleh setiap manusia modern tanpa memilah-milah faktor umur dan bisa atau tidaknya kemampuan mengemudi kendaraan bermotor.
  • Probability ikut memberikan kontribusi terjadi peluang kecelakaan.
  • Perilaku tidak aman mencakupi perilaku sebagai berikut:
  1. Dalam kondisi sakit, letih, mabuk dan tress
  2. Tidak fokus, meremehkan bahaya, melanggar peraturan lalu lintas, kecepatan terlalu tinggi untuk kondisi
  3. Motivasi: tidak memeriksa kondisi fisiknya, tidak melakukan pemeriksaan kendaraan, tertekan oleh tugasnya (terpaksa mengemudi)
  4. Tidak memiliki kompetensi yang tepat
  • Kompetensi mengemudi tidak hanya diperoleh dari pengalaman bahkan dari sebuah proses uji perolehan SIM yang tertib namun dari sebuah proses pelatihan yang berbasis metodologi dan subtansi yang tepat.

---------

Catatan Redaksi: Jusri Pulubuhu adalah Director JDDC, Road Safety Consultant & Defensive Driving-Motorcycle Training Operator

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads