India, Neraka Bagi Pengendara

India, Neraka Bagi Pengendara

- detikOto
Senin, 21 Nov 2011 14:44 WIB
India, Neraka Bagi Pengendara
New Delhi - Dari semua negara di dunia, negara manakah yang memiliki angka kematian akibat kecelakaan yang tertinggi? Dan ternyata jawabannya adalah India.

Hal tersebut diungkapkan oleh World Health Organisation ketika memperingati hari bagi korban kecelakaan lalu lintas di akhir pekan lalu. India menurut WHO dianggap sebagai negara paling berbahaya karena jalanannya telah menyebabkan lebih banyak orang tewas daripada di negara lain.

Bila dihitung per menit, maka hampir setiap menit terjadi kecelakaan di negeri Bollywood tersebut dan satu orang meninggal di hampir setiap empat menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pemerintah, ada sebanyak 125.660 orang tewas dalam hampir setengah juta kecelakaan pada tahun 2009. Padahal jumlah mobil di India masih sangatlah sedikit.

Di Jerman, misalnya, 4.152 orang tewas dalam kecelakaan di jalan pada tahun yang sama. Tapi yang membedakan, jumlah penduduk Jerman hanya 80 juta orang dan 1,2 milyar penduduk India meski data menunjukkan kalau jumlah penduduk bukanlah faktor utama mengingat China yang memiliki penduduk lebih besar dari India memiliki 46.000 jumlah orang yang tewas lebih sedikit.

Dan bila dilihat dari statistik yang dikeluarkan Bank Dunia, sejak 2006 ada 600 mobil untuk setiap 1000 penduduk Jerman. Angka ini tergolong jauh lebih tinggi dibanding 15 mobil untuk 1.000 penduduk India, walau angka itu belum termasuk kendaraan roda dua.

Salah satu alasan yang paling masuk akal melihat banyaknya kecelakaan yang terjadi disana adalah soal disiplin berlalu-lintas. Karena, hampir setiap kendaraan di India tidak pernah mau mengalah. Bus tidak mau mengalah, lori tidak mau mengalah dengan mobil, mobil tidak mau mengalah dengan sepeda atau motor. Dan seluruhnya tidak ada yang mau mengalah dengan pejalan kaki.

Sama seperti Indonesia, pengendara sepeda motor di India juga diwajibkan untuk mengenakan helm, tapi masalahnya, sebagian besar helm yang digunakan bila diuji kembali kemungkinan tidak akan lolos standar kualitas di banyak negara maju.

Dan kini, ketika mobil sudah dilengkapi pendingin udara atau AC, jendela mobil pun banyak tertutup. Nah, masalahnya lagi banyak pengedara di jalanan India tidak memperhatikan tanda dari lampu sein, tapi lebih sigap bila dibeli lambaian tangan.

Bahkan saat ini di banyak kendaraan telah ada stiker peringatan yang berbunyi 'Mobil ber-AC, tidak ada sinyal tangan.'

Masalah-masalah lain yang ada adalah bus dan truk yang sering kelebihan beban. Rem yang sering kali tidak berfungsi dan ban yang sudah tidak layak pakai.

Kegagalan teknis ini disebabkan karena tidak ada inspeksi teknis rutin wajib di India yang membuat para pengendara malas pergi ke bengkel untuk membenahi mobilnya.

Lalu ada lagi masalah, yakni banyaknya hewan yang berkeliaran di jalan seperti sapi, kerbau, anjing, monyet bahkan gajah dan unta disamping jalanan yang terkadang penuh sesak manusia. Hal ini yang membuat banyak pengendara mobil malah melipat kaca spion mereka secara permanen.

Dan yang lebih parah seperti detikOto kutip dari iol motoring, Senin (21/11/2011), ketika kecelakaan lalu lintas terjadi, jarang ada yang mau membantu sang korban karena takut dituduh oleh anggota keluarga dari korban atau polisi sebagai penyebab kecelakaan itu.

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads