Berapa Usia Pakai Baterai LFP di Mobil Listrik?

Berapa Usia Pakai Baterai LFP di Mobil Listrik?

Dina Rayanti - detikOto
Selasa, 29 Sep 2026 10:17 WIB
Begini tampilan interior BYD Atto 1 yang diperkenalkan di GIIAS 2025, ICE BSD, Tangerang, Rabu (30/7/2025).
Ilustrasi mobil listrik. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Baterai jenis LFP yang tersemat pada mobil-motor listrik punya keunggulan, salah satunya usia pakai. Memang berapa umur baterai LFP?

Kendaraan listrik terus berdatangan ke Indonesia. Dari sekian banyaknya model mobil dan motor listrik yang dijual di Indonesia, kebanyakan mengusung baterai jenis LFP (Lithium Ferro-Phosphate).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebut saja mobil listrik BYD, Wuling, hingga Chery, diketahui menggunakan baterai LFP sebagai sumber tenaganya. Bukan tanpa alasan, baterai LFP disebut memiliki sejumlah keunggulan. Salah satu keunggulannya adalah masa pakai yang lebih panjang, bahkan lebih lama dibandingkan baterai berjenis NMC (Nickel Manganese Cobalt).

"LFP jauh lebih panjang umurnya, katakanlah kalau NMC 10 tahun, LFP itu mungkin teman-teman dari Aismoli bisa mengkoreksi saya, mungkin 20 tahun masih bisa berfungsi," ungkap Wakil Ketua Pengembangan dan Penelitian Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Prabowo Kartoleksono dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Dia lebih lanjut mengungkap degradasi baterai LFP juga tak secepat NMC. Hal itulah yang membuat banyak produsen kini lebih memilih menggunakan baterai tersebut.

Di samping itu, harga baterai LFP juga lebih murah ketimbang NMC. Faktor ini cukup krusial bagi produsen karena berpengaruh ke harga jual. Dengan baterai yang lebih murah, harga jual mobil juga bisa ditekan. Titik api menyala pada baterai LFP juga baru bisa muncul pada suhu lebih tinggi ketimbang NMC.

"LFP itu jauh lebih aman karena secara teknis titik nyalanya NMC itu 200 derajat celcius dia langsung jadi api, kalau LFP 800 (derajat), Pak. Jadi dia membutuhkan temperatur yang lebih tinggi untuk bisa menjadi api. Nah ini salah satu kenapa banyak manufaktur memilih LFP karena memang lebih aman," terang dia lagi.

Meski begitu, baterai jenis LFP tak lepas dari kelemahan. Diungkap Prabowo densitas baterai LFP tak sebaik baterai NMC. Kendati demikian, sejumlah produsen terus melakukan pengembangan agar baterai LFP itu bisa selevel dengan baterai NMC.

"Kelemahan LFP itu lebih berat. jadi densitynya dalam satuan berat tidak sehebat NMC yang bisa menyimpan energi. Nah ini yg kemudian selama berapa tahun dikembangkan habis-habisan di Tiongkok," tutur Prabowo.



(dry/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads