BYD memastikan tidak akan melanjutkan rencana pembangunan pabrik perakitan mobil di Tanjong Malim, Perak, Malaysia. Meski begitu, BYD tetap berkomitmen merakit mobil secara lokal dengan menggandeng mitra setempat.
Kepastian tersebut disampaikan Managing Director BYD Malaysia Jacob Ma dalam peluncuran BYD Atto 3 Performance edisi terbatas.
"Untuk memperjelas hal ini, fasilitas Tanjong Malim tidak akan dilanjutkan. Namun, keputusan ini bukan berarti BYD membatalkan rencana perakitan lokal di Malaysia. Komitmen kami terhadap perakitan lokal tetap ada," kata Jacob, dikutip dari Paultan, Senin (14/9).
Menurut dia, BYD saat ini tengah bekerja sama dengan perusahaan perakitan lokal yang sudah berpengalaman. Pembicaraan dengan calon partner tersebut disebut sudah memasuki tahap akhir.
"Kami bekerja sama dengan mitra perakitan lokal yang sudah mapan, memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan BYD serta mendukung seluruh operasi perakitan lokal kami," kata dia.
BYD belum mengungkap identitas perusahaan tersebut karena proses kerja sama masih dalam tahap penyelesaian dokumen. Pengumuman resmi akan dilakukan setelah kesepakatan ditandatangani.
Rencana ini sekaligus mengubah strategi BYD yang sebelumnya berencana membangun fasilitas CKD sendiri di Tanjong Malim. Pada Agustus 2025, BYD memang sempat mengonfirmasi rencana tersebut.
Belakangan, opsi menggandeng perusahaan lokal semakin menguat. Pada Mei lalu, Wakil Presiden sekaligus General Manager Asia Pacific Auto Sales BYD Liu Xueliang diketahui mengunjungi fasilitas Sime Motors Inokom di Kulim, Kedah.
Sime Motors juga dilaporkan mengirim tim manajemennya ke kantor pusat BYD di Shenzhen pada pekan lalu untuk membahas kerja sama strategis.
Meski lokasi dan strategi berubah, BYD menegaskan tidak akan meninggalkan pasar Malaysia.
"Kami terus melihat Malaysia sebagai pasar penting dan bagian strategis dari pertumbuhan BYD di masa depan. Rencana dapat berkembang, lokasi dapat berubah dan strategi dapat disempurnakan, tetapi komitmen kami terhadap pasar ini tetap sama. Kami akan terus berinvestasi. BYD akan tetap berada di sini dan tumbuh bersama Malaysia," kata Jacob.
Simak Video "Video: BYD Buka Suara Setelah Pabrik di Subang Kebakaran"
(sfn/rgr)