Perang Harga Mobil Mulai Ditertibkan Pemerintah China, Bakal Sampai ke RI?

Perang Harga Mobil Mulai Ditertibkan Pemerintah China, Bakal Sampai ke RI?

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Jumat, 04 Sep 2026 07:14 WIB
Pabrik AION
Mobil China. Foto: Doc. AION
Jakarta -

Pemerintah China mulai memperketat aturan bagi produsen mobil yang berekspansi ke luar negeri. Salah satu yang menjadi sorotan adalah praktik perang harga yang dinilai bisa merusak persaingan dan citra merek.

Dalam pedoman terbaru, produsen mobil China diminta menetapkan harga berdasarkan biaya produksi dan kondisi pasar. Perusahaan juga diminta tak menggunakan harga murah untuk mendapat keuntungan kompetitif secara tak adil.

Selain itu, produsen harus menghindari perubahan harga yang terlalu sering dan drastis. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk melindungi konsumen sekaligus menjaga citra mobil China di pasar internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pabrik mobil listrik BYD.Pabrik mobil listrik BYD. Foto: Doc. BYD.

Jika mengacu pada narasi 'pasar global', maka besar kemungkinan penertiban perang harga mobil China itu juga berlaku di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Aturan tersebut muncul ketika merek-merek China tengah agresif berekspansi ke berbagai negara. Persaingan ketat di pasar domestik membuat produsen mencari pertumbuhan baru di luar China.

ADVERTISEMENT

Disitat dari Reuters, Rabu (2/9), selain harga, pemerintah China meminta perusahaan memperkuat kepatuhan terhadap aturan antimonopoli dan mencegah persaingan yang mengganggu pasar.

Produsen juga wajib memastikan produk yang diekspor sesuai kebutuhan pasar setempat, mematuhi aturan tenaga kerja, serta memberikan informasi pemasaran yang benar dan tidak menyesatkan.

Pabrik Chery di Wuhu, Anhui, ChinaPabrik Chery di Wuhu, Anhui, China Foto: Luthfi Anshori/detikOto

Pemerintah China turut meminta perusahaan memperkuat manajemen risiko dengan mempertimbangkan kondisi politik, ekonomi, dan keamanan di negara tujuan.

Langkah tersebut dilakukan seiring besarnya ekspansi industri otomotif China. Pada 2025, China mengekspor 8,32 juta kendaraan ke lebih dari 200 negara di dunia.

Kementerian Perdagangan China mengatakan aturan baru itu bertujuan mendorong ekspansi industri dan rantai pasok otomotif secara lebih rasional dan tertib, serta mendukung perkembangan industri otomotif China dalam jangka panjang.



(sfn/sfn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads