×
Ad

Indonesia Bakal Punya 'Taksi Terbang', Ini Prototipenya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 26 Agu 2026 14:48 WIB
Prototipe Taksi Terbang Vela Alpha Buatan Indonesia. Foto: Pool
Jakarta -

Indonesia tampaknya bakal punya 'taksi terbang'. Prototipe eVTOL (electric vertical takeoff and landing) atau kendaraan udara yang bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal buatan Indonesia resmi diluncurkan.

PT Vela Prima Nusantara (Vela Aero), pengembang utama teknologi kedirgantaraan asal Indonesia, resmi melakukan peluncuran perdana prototipe fisik skala penuh (full-scale prototype) dari pesawat Vela Alpha di Heli Expo Asia (HEXIA) 2026 yang berlangsung di Cengkareng Heliport, Jakarta.

Peluncuran prototipe Vela Alpha ini mengukuhkan posisi Indonesia dan Vela Aero sebagai pelopor manufaktur Original Equipment Manufacturer (OEM) di sektor Advanced Air Mobility (AAM) di kawasan Asia Tenggara.

"Kehadiran fisik prototipe skala penuh Vela Alpha di Cengkareng Heliport ini adalah bukti nyata dari kapabilitas rekayasa dan manufaktur domestik kita. Kami tidak sekadar membangun pesawat, melainkan mengorkestrasi ekosistem AAM terintegrasi untuk membawa Indonesia menjadi pusat inovasi aviasi dan pemegang IP teknologi kedirgantaraan terdepan di Asia Tenggara," ujar jajaran eksekutif PT Vela Prima Nusantara dalam keterangan tertulisnya.

Prototipe fisik skala penuh dari Vela Alpha menandai transisi penting dari desain konseptual menuju kampanye uji terbang resmi dan sertifikasi kelaikudaraan (airworthiness certification). Didesain secara mandiri oleh anak bangsa Indonesia, Vela Alpha dikembangkan untuk menjawab tantangan konektivitas geografis di lebih dari 17.000 pulau, memangkas kemacetan darat perkotaan, serta menghadirkan transportasi udara beremisi nol. Pesawat Alpha dibangun bukan sekadar alat transportasi pengangkut barang atau orang, melainkan hadir sebagai solusi untuk mobilitas sehari-hari yang lebih fleksibel, terjangkau, dan aman.

Vela Alpha hadir dengan konfigurasi Lift-and-Cruise dengan sistem Distributed Electric Propulsion (DEP) berbasis 9 motor listrik independen. Konfigurasi ini memungkinkan pesawat lepas landas dan mendarat secara vertikal sebelum bertransisi ke mode jelajah secara efisien menggunakan sayap.

Dirancang dengan tingkat redundansi sistem yang tinggi, pesawat tetap memiliki kemampuan terbang aman meskipun terjadi kegagalan pada salah satu motor listrik.

Kendaraan ini bisa menampung satu pilot dan enam penumpang. Ada dua versi yang disiapkan. Pertama varian listrik murni atau eVTOL. Daya jangkaunya hingga 150 km untuk rute Urban Air Mobility (UAM). Kedua, ada varian hybrid atau hVTOL. Daya jangkaunya mencapai 500 km dengan turbogenerator (siap Sustainable Aviation Fuel/SAF) untuk penerbangan jarak jauh. Pesawat ini bisa menempuh kecepatan jelajah hingga 250 km/jam.

Targetnya, Vela Alpha bisa melakukan Entry Into Service (EIS) pada awal 2029. Sebelum itu, uji terbang perdana direncanakan berlangsung pada kuartal IV tahun 2026 di hadapan publik, regulator, mitra, dan calon investor.

Target selanjutnya memperoleh lisensi Design Organization Approval (DOA) Class D dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan RI pada akhir tahun 2026. Lisensi ini memberikan legalitas institusional penuh bagi Vela Aero dalam merancang dan memanufaktur pesawat udara bersertifikat nasional.

Hingga saat ini, Vela Aero telah berhasil mengamankan akumulasi 160 Letter of Intent (LOI) untuk pengadaan armada Vela Alpha dari pemesan pasar domestik dan internasional. Angka tersebut belum termasuk berbagai kesepakatan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) strategis dengan berbagai pemangku kepentingan industri yang tidak menspesifikasikan jumlah armada secara eksplisit, serta kerja sama dalam pengembangan sarana pendukung operasi AAM ini.

Salah satu kesepakatan komersial utama yang ditandatangani bersamaan dengan gelaran HEXIA 2026 adalah MoU bersama operator aviasi terkemuka, Whitesky Aviation, terkait rencana pengadaan 50 unit armada Vela Alpha untuk mendukung rute airport feeder, taksi udara perkotaan, pariwisata premium (high-yield tourism), dan logistik kawasan industri.

Setelah pencapaian tonggak akhir 2026, Vela Aero akan memfokuskan periode 2027-2028 pada masa transisi memasuki fase sertifikasi pesawat Alpha dan konversi Letter of Intent (LOI) menjadi kontrak pemesanan pasti (firm purchase orders) serta integrasi ekosistem vertiport, MRO, dan perusahaan leasing, sebelum meraih Type Certification (TC) penuh pada akhir 2028.



Simak Video "Video: Taksi Terbang Bakal Mengudara di Indonesia, Segini Biaya Sewanya"

(rgr/dry)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork