Mulai tahun depan, bensin wajib dicampur etanol. Nantinya campuran etanol itu bakal terus meningkat berkaca pada penerapan BBM B50.
Pemerintah bakal mewajibkan pencampuran etanol pada bensin (bioetanol) mulai tahun depan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut, penerapan bioetanol itu akan dilakukan secara bertahap. Hal ini berkaca pada penerapan biodiesel yang terus bertahap hingga kini mencapai B50.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), etanol kita harus lakukan. Maka, mandatori akan kami lakukan 2027," ucap Bahlil dilansir Antara.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk memulai pengujian BBM E20.
"Nah saya lagi minta asosiasi untuk ayo kita sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu saya minta tim Gaikindo tuh. Kamu janji ya ayo kita secepatnya E20 uji road test-nya," kata Eniya pada kesempatan terpisah.
Namun, sebelum ke tahap bioetanol E20 yang ditargetkan pada 2028, pemerintah kini memfokuskan pada pelaksanaan mandatori bioetanol 5 persen (E5) yang ditargetkan mulai berjalan tahun ini. Eniya menyebutkan mandatori E5 harus segera berjalan sebelum Desember tahun ini untuk mengejar target peningkatan bauran menjadi 10 persen (E10) pada awal 2027.
"Target kita kan intinya sebelum Desember sudah dimandatorikan dulu 5 persen karena Januari kan ngejar yang 10 persen. 2028 baru yang Januari 2028 baru 20 persen," jelas Eniya.
Secara teknis, Eniya yakin teknologi mesin kendaraan saat ini bisa mengkonsumsi bensin dengan campuran etanol sampai 30 persen. Pengamat otomotif, Yannes Pasaribu pernah mengungkap, mesin mobil keluaran 2010 ke atas sudah dirancang untuk memenuhi standar emisi Euro 4 dan Euro 5, umumnya sudah dilengkapi teknologi injeksi modern serta material tahan etanol.
"Desainnya memang disiapkan untuk konsumsi bahan bakar beretanol hingga E10, bahkan lebih. Dengan sistem pembakaran yang kompatibel, performa mesin meningkat dan emisi gas buang berkurang," ujar Yannes.
"Pada kendaraan berteknologi lama umumnya produksi sebelum 2010, materialnya belum comply etanol dalam persentase lebih dari 5 persen (E5), terutama pada bahan-bahan karet yang dipakai pada saluran BBM-nya, akibatnya, penutup dan pipa karetnya dapat cepat getas dan bisa menyebabkan kebocoran bahan bakar," sambung Yannes.
Adapun mengutip buku panduan manual salah satu mobil terlaris di Indonesia, Toyota Avanza, penggunaan campuran etanol pada mesin masih diperbolehkan. Namun kandungannya tidak lebih dari 10%.
"Toyota membolehkan penggunaan bahan bakar campuran ethanol dengan kandungan hingga 10%. Pastikan bahwa campuran bahan bakar dengan ethanol yang digunakan memiliki angka oktan sesuai dengan di atas," tulis keterangan dalam buku manual itu.












































Komentar Terbanyak
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat
Wiper Ketekuk-Spion Lepas, Segini Kerugian Pemilik MINI yang Diamuk Sopir Calya