SIM buat Moge Perlu Asalkan Jangan...

ADVERTISEMENT

SIM buat Moge Perlu Asalkan Jangan...

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 24 Jan 2023 10:39 WIB
Hunter Scrambler SK500 motor yang akan digunakan untuk uji praktik SIM CI dengan harga Rp 166,75 Juta.
Ilustrasi motor gede Foto: dok. Hunter Scrambler SK500 Official
Jakarta -

Praktisi keselamatan berkendara, Jusri Pulubuhu menilai penggolongan Surat Izin Mengemudi (SIM) diperlukan untuk pemotor di Indonesia. Namun perolehan SIM itu juga perlu memenuhi aspek keterampilan dan pengetahuan.

"Setuju sekali (penggolongan SIM). Tetapi apa yang perlu kita tambahkan adalah bukan proses klasifikasi atau legalitas ketika kita berada di jalan raya, tetapi yang kita perlukan adalah kemampuan yang dimiliki oleh kita, yang diperoleh dari keterampilan dan pengetahuan," kata Jusri kepada detikcom, belum lama ini.

Menurut Jusri, pengguna roda dua dengan kapasitas mesin besar membutuhkan pengarahan lebih lanjut sebelum dilepas ke jalan. Sebab keterampilan membawa motor besar itu berbeda dengan kapasitas motor kecil.

"Keterampilan pengoperasian kendaraan itu sangat penting karena itu merupakan faktor utama kita dalam mengendalikan sepeda motor yang sangat powerful, bobotnya, dimensinya besar," jelas Jusri.

Jusri melanjutkan moge bukan hal yang mudah untuk dijinakkan. Pemilik moge diwajibkan sudah stabil secara emosional, serta memiliki keterampilan berkendara terlebih dahulu. Sebab, kata Jusri, harga motor yang mahal, tenaga besar, prestige kerap memicu perilaku tidak aman di jalanan.

"Yang kedua sangat penting tentang keselamatan kita, adalah pengetahuan, karena pengetahuan tidak ada maka yang terjadinya adalah kesemrawutan di jalan raya, tidak adanya empati, kemampuan emosi rentan, mudah terjadi konflik-konflik, keterampilan dan pengetahuan harus pararel jadi kelengkapan kita sebagai pemoge," sambungya lagi.

"Dalam hal ini pemerintah mengakomodir, caranya mengarahkan atau menyediakan pelatihan yang tadi saya katakan, sekolah-sekolah tapi bukan kepanjangan tangan calo-calo SIM tapi betul-betul sebuah sekolah yang menjadi kebutuhan daripada para pemoge itu sendiri," jelas dia.

Di negara tetangga Malaysia ataupun Jepang, pembuatan SIM harus melewati sekolah mengemudi yang tersertifikasi. Pengendara diharapkan bisa mendapatkan keterampilan dan pengetahun dari lembaga tersebut, sehingga kompetensi pengemudi di jalan berkualitas.

Sebagai informasi, Indonesia bakal menerapkan penggolongan SIM C. Hal ini tertuang dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM yang disahkan pada 19 Februari 2021.

Penggolongan SIM C, CI, dan CII itu dibedakan dalam kapasitas isi silinder. Seperti tertuang dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM pasal 3 ayat 2 berikut penggolongan SIM C sesuai kapasitas motor:

- SIM C, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic);

- SIM CI, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic) sampai dengan 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik;

- SIM CII, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik.

Jusri berharap penerapan kebijakan baru ini harus betul-betul diawasi tanpa menyulitkan pemohon dan sarang calo sebagai jalan pintas.

"Dengan kebijakan baru tadi, harus diawasi betul-betul agar pelaksanaannya itu betul-betul memudahkan untuk mendapatkan objektivitas daripada aturan tersebut. Jangan sampai peraturan tersebut justru; satu menyulitkan pemohon SIM, kedua menjadi ladang koruptor-koruptor baru," kata dia.

"Betul, negara-negara maju begitu. Dalam undang-undangnya disebut, jadi semua orang yang mengajukan SIM, permohonan SIM ketika pertama kali mereka harus mendapatkan sertifikat pelatihan dari sekolah mengemudi, yang approve oleh pemerintah. Mereka baru boleh mengajukan perolehan SIM, bukan lulus, belum tentu lulus, nanti di kantor polisi di test, kalau nggak lulus jadi tanggung jawab sekolah mengemudi tadi," kata dia.



Simak Video "Catat! Tugas Polantas Tidak Hanya Sebatas Menilang Lho"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT