Belajar dari Kecelakaan Pemoge Australia yang Tewas di Mandalika

ADVERTISEMENT

Belajar dari Kecelakaan Pemoge Australia yang Tewas di Mandalika

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 22 Jan 2023 10:16 WIB
Seorang bule Australia menabrak pembatas jalan saat berkendara dengan moge dan berkecepatan tinggi di jalan Bypass BIL-Mandalika.
Bule Australia menabrak pagar pembatas di Australia Foto: Ahmad Viqi/detikBali
Jakarta -

Brady Nicholas Antony (40), bule Australia menabrak pembatas jalan di Bypass BIL-Mandalika, NTB, Sabtu (21/1/2023), saat mengendarai moge dalam kecepatan tinggi.

Kapolsek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika AKP I Made Dimas Widiantara mengatakan korban yang ikut bersama komunitas moge dari Bali ini menabrak pagar pembatas saat menuju Kota Mataram dari arah Sirkuit Mandalika.

"Korban yang merupakan warga Australia itu telah meninggal dunia setelah sempat diberikan pertolongan medis," kata AKP I Made Dimas dikutip Antara, Minggu (22/1/2023).

Menurut salah satu rekan korban, Antony melaju dari arah Bundaran Songgong Kuta Mandalika bermaksud kembali ke hotel di Mataram. Sebelum insiden tersebut terjadi, Antony diketahui ikut fun track di Sirkuit Mandalika.

Namun, saat tiba di TKP diduga karena jalan yang bergelombang dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba, motor yang dikendarai korban oleng dan tidak dapat dikendalikan sehingga menabrak pembatas jalan di sisi kiri.

"Korban bersama motornya terpental sekitar 20 meter dari tempat benturan awal," kata Dimas.

Berkaca dari peristiwa tersebut, Founder dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, pengendara yang hilang kendali tidak bisa menyikapi situasi risiko kecelakaan.

"Naik motor besar memerlukan perlakuan khusus, karena motor besar yang pasti berbeda dengan motor kecil. Dari sisi bobot dia lebih besar, kemudian tenaganya besar, bahkan ada yang cenderung liar, dengan dua kesulitan tadi, ditambah di ruang publik, maka ketiga faktor ini memiliki peluang kecelakaan sangat besar ketika seseorang yang mengendalikan itu tidak kompeten," kata Jusri kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Tak jarang pengguna kendaraan bermotor langsung ngegas ketika melihat jalan sepi. Ini merupakan kebiasaan yang bisa membuat tingkat kewaspadaan turun.

"Behaviour pengguna kendaraan bermotor, dan itu (jalan sepi geber) manusiawi ketika pemahaman tentang keselamatan mereka masih rendah, naluri yang akan mendorong mereka melakukan hal tersebut. Begitu mereka lihat jalan sepi, mereka akan geber. Kemudian tingkat kewaspadaan akan turun," ujar Jusri.

"Itu dari kesadaran masyarakat yang masih rendah. Masyarakat yang punya awareness sudah tinggi tentang keselamatan, mereka akan menurunkan kecepatan ketika jalan sepi. Kenapa? karena jalan raya adalah ruang publik," tambah dia.



Simak Video "Moge Enggak Boleh Masuk Tol, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT