Ngeri! Kematian Akibat Kecelakaan Tol Cipali Termasuk Tertinggi di Dunia

ADVERTISEMENT

Ngeri! Kematian Akibat Kecelakaan Tol Cipali Termasuk Tertinggi di Dunia

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 05 Des 2022 06:03 WIB
Jakarta -

Kecelakaan di jalan tol masih marak terjadi. Akibat dari kecelakaan tersebut, tidak sedikit orang yang harus meregang nyawa. Jalan tol juga tercatat menyumbang tingkat fatalitas atau kematian tertinggi.

Di jalan tol, tingkat fatalitas memiliki rasio 0,30 per km. Angka tersebut lebih besar dari jalan daerah maupun jalan nasional yang masing-masing memiliki tingkat kepadatan fatalitas 0,15 per km dan 0,22 per km.

Salah satu ruas tol yang kerap kali memakan korban adalah Tol Cipali. Sudah ada ragam upaya yang dilakukan untuk menekan angka kecelakaan di Tol Cipali. Pada kenyataannya, ruas tol yang menghubungkan Cikopo dengan Palimanan masih terus memakan korban.

Terbaru, Kepala BKD Jawa Barat menjadi korban tewas dalam kecelakaan pada 25 November 2022 di Tol Cipali KM 119.600. Sebelumnya lagi, kecelakaan maut juga terjadi di Cipali hingga membuat sebuah minibus ringsek.

Saking seringnya memakan korban, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hendro Sugiatno, membeberkan bahwa Tol Cipali merupakan salah satu yang angka fatalitasnya paling tinggi di dunia. Dalam data yang dimiliki Kemenhub, di Tol Cipali rata-rata ada 1 korban jiwa per kilometer.

"Kecelakaan di jalan tol itu terus meningkat. Jalan tol Cipali adalah jalan tol yang nomor satu di dunia itu menjadi jalan tol yang fatalitas kecelakaannya paling tinggi, itu perhitungan-hitungannya 1 km berapa korban itu, ada hitung-hitungannya," jelas Hendro dalam Rapat Kerja Bidang Perhubungan Darat yang disiarkan Youtube Ditjen Perhubungan Darat.

Meningkatnya angka kecelakaan tersebut berhubungan erat dengan peningkatan jumlah kendaraan. Di sisi lain, pembangunan jalan tol berkembang cukup pesat. Tercatat dalam data Kementerian Perhubungan, pada tahun 2022 sudah ada 150 juta kendaraan di jalan. Sementara itu, ruas tol yang telah beroperasi terbentang sepanjang 2.499,99 km.

"Perkembangan jalan tol itu harus kita sikapi dengan konsistensi dan ketaatan kita pada aturan bagaimana kendaraan-kendaraan yang melalui jalan tol itu harus bisa aman dan selamat, bagaimana jalan-jalan arteri di luar jalan tol harus kita manage dengan baik sehingga pembangunan infrastruktur ada manfaatnya dan dukungan nyata dengan meminimalkan angka kecelakaan," kata Hendro.

"Jangan sampai, jalan tol itu bukan tempat untuk membunuh orang," tegasnya lagi.

(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT