Jokowi: Kendaraan Listrik Dunia Akan Tergantung Baterai Buatan RI

ADVERTISEMENT

Jokowi: Kendaraan Listrik Dunia Akan Tergantung Baterai Buatan RI

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 02 Des 2022 19:08 WIB
Baterai mobil listrik
Baterai mobil listrik (Foto: Ridwan Arifin/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, dunia akan ketergantungan dengan Indonesia terkait baterai kendaraan listrik. Jokowi yakin, produsen otomotif dunia akan datang mencari baterai dari Indonesia.

"Begitu ini jadi, saya sampaikan kepada Menko Marinves, kepada Menteri Investasi, tidak usah ke mana-man mau marketing soal investasi. Mereka yang akan datang ke kita. Percaya saya. Mereka yang akan datang ke kita, untuk mencari, untuk beli, baterai EV kita," ujar Jokowi pada acara Kompas100 CEO Forum Tahun 2022 yang disiarkan langsung di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (2/12/2022).

Jokowi melanjutkan, perkiraan sekitar tahun 2026-2027 akan terlihat lompatan ekonomi. Menurutnya, diperkirakan pada tahun itu produsen otomotif dunia akan berbondong-bondong masuk Indonesia.

"Karena industri otomotif ke depan baik itu sepeda motor listrik, mobil listrik itu akan menggantikan mungkin lebih dari 50% dari demand dari pasar yang ada. Inilah yang mesti kita tangkap," katanya.

"Begitu ini jadi, saya kemarin hitung-hitungan, saya hitung, 60% mobil listrik, kendaraan listrik akan tergantung kepada EV baterai kita, 60% dari pangsa pasar yang ada di dunia. Inilah kekuatan besar kita nanti," sambugnya.

Jokowi menilai, produsen otomotif global akan mengincar baterai buatan Indonesia karena Indonesia punya material untuk produksi baterai. Hanya, Indonesia tidak memiliki lithium, dan itu bisa dibeli dari Australia.

"Nikel kita kita nomor satu, timah nomor dua, bauksit nomor enam, tembaga nomor tujuh dunia. Punya semuanya. Membangun ekosistem EV baterai kita hanya kurang lithium nggak punya. Saya kemarin sudah sampaikan ke Prime Minister (Perdana Menter Australia Anthony) Albanese, Australi punya lithium, kita boleh beli dong dari Australi, terbuka, silakan. Tapi ternyata dari kita sudah ada yang punya tambang di sana. Ini strategis, benar melakukan intervensi seperti itu. Sehingga ekosistem besar yang ingin kita bangun, jadi," tegas Jokowi.



Simak Video "Industri Kendaraan Listrik Indonesia Bisa Taklukkan Thailand!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT