Polisi Kini Cuma Tilang Pakai ETLE, Tak Bisa Ubah Kebiasaan Buruk Pengendara

ADVERTISEMENT

Polisi Kini Cuma Tilang Pakai ETLE, Tak Bisa Ubah Kebiasaan Buruk Pengendara

Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 11 Nov 2022 20:35 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf beserta jajaran melakukan sosialiasasi pengembangan sistem ETLE (Elektronic Traffic Law Enforcement) atau tilang elektronik di Sarinah, Thamrin, Jakarta, Kamis (25/4/2019).
Tilang elektronik menggunakan kamera ETLE tidak serta merta membuat pengendara patuh aturan lalu lintas. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Polisi lalu lintas untuk sementara waktu diminta untuk tidak melakukan tilang manual. Sebagai gantinya, tilang elektronik atau ETLE kian digencarkan. Polisi diminta memaksimalkan penggunaan kamera ETLE untuk menindak para pengendara nakal yang melanggar lalu lintas.

Tapi tilang elektronik ini belum sepenuhnya bisa diandalkan menertibkan para pengendara. Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch Edison Siahaan menilai ETLE hanya sebatas perangkat untuk melakukan penindakan. Keberadaan kamera ETLE tidak berpengaruh banyak mengubah kebiasaan buruk pengendara.

"ETLE tidak bisa mencegah atau mendidik masyarakat agar tertib berlalu lintas. Meskipun ETLE dapat membantu tetapi belum menjadi satu satunya upaya yang bisa dijadikan solusi efektif dan permanen. Apalagi pengadaan ETLE belum menjangkau seluruh ruas jalan yang ada," kata Edison kepada detikcom.

Ya, tanpa keberadaan tilang manual sejumlah pengendara seolah makin bebas. Beberapa aturan lalu lintas juga diabaikan. Sebagai contoh ketika pemotor dengan bebasnya berlalu-lalang melintas di trotoar. Padahal sejatinya trotoar diperuntukkan bagi para pejalan kaki.

Belum lagi ada beberapa pengendara yang berusaha untuk mengakali keberadaan tilang elektronik dengan melepas pelat nomor atau menutupnya menggunakan lakban. Hal itu dilakukan supaya kamera ETLE tidak bisa mendeteksi pelat nomor pengendara ketika melakukan pelanggaran.

"Sekarang ini lebih cenderung pada penekanan ketertiban dengan pemaksaan melalui aparat penegak hukum," jelas Edison.

Kata Edison, untuk mewujudkan masyarakat yang taat aturan lalu lintas ini harus dimulai lewat pendidikan. Pendidikan yang dimaksud adalah ditanamkan sejak kecil dan masuk ke dalam kurikulum pelajaran sekolah.

"Membangun kesadaran keselamatan adalah kebutuhan harus dilakukan sejak dini. Maka keselamatan lalu lintas hendaknya menjadi kurikulum pendidikan nasional dari tingkat sekolah dasar," pungkas Edison.



Simak Video "Polisi Mulai Kembali Tilang Manual, Ini Pelanggaran yang Diincar"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT