Mungkinkah Bus AKAP Pakai Energi Listrik?

ADVERTISEMENT

Mungkinkah Bus AKAP Pakai Energi Listrik?

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 11 Okt 2022 20:35 WIB
Bus PO SAN melaju di jalan raya di Jakarta. PO SAN merilis armada baru untuk melayani rute Pekanbaru-Solo-Blitar. Berjumlah 4 unit, armada anyar ini berbalut bodi bus Laksana Legacy SR3 Ultimate terbaru.
Ilustrasi bus AKAP. (Foto: Agung Pambudhy/detikOto)
Jakarta -

Pemerintah gencar-gencarnya melakukan elektrifikasi pada transportasi bus perkotaan. Tercatat Transjakarta sudah menguji jalan sejumlah bus listrik dari berbagai merek. Lalu bagaimana dengan bus-bus yang punya rute jarak jauh seperti bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi)? Apakah bisa menggunakan bus listrik?

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan, saat ini bus listrik belum cocok digunakan untuk trayek AKAP atau pariwisata yang harus menempuh jarak ratusan kilometer dalam satu kali perjalanan.

"Kita tidak bisa melawan atau menahan perubahan. EV itu pasti akan terjadi di dunia ini, tapi EV lebih ideal di kawasan tertentu, misal untuk bus kota atau pemukiman. Kalau untuk pariwisata atau AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) rasanya masih jauh," kata pria yang akrab disapa Sani kepada wartawan di arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Bus listrik Tentrem tampil di Busworld 2022Bus listrik cocoknya untuk angkutan perkotaan. Foto: Luthfi Anshori/detikOto

Menurut Sani, ada beberapa faktor yang membuat bus listrik belum cocok digunakan untuk perjalanan jauh. Antara lain faktor kemampuan jarak tempuh baterai dan waktu yang lama saat pengisian baterai, sehingga bisa membuat penumpang bosan menunggu.

"Karena satu, sampai hari ini teknologi baterai baru tahan sampai 300 km, dengan catatan medan jalan yang rata. Kalau bus listrik itu lewat jalan menanjak, kan mengurangi (kemampuan jarak tempuhnya)," jelasnya.

"Kedua, fast charging saat ini yang paling cepat sekitar 2-3 jam. Nah, misalnya bus listrik itu jalan dari Jakarta ke Solo, terus sampai di Gringsing (Batang) dicas ulang, kan nggak mungkin penumpang suruh nunggu 3 jam," tambahnya lagi.

"Jadi EV ini untuk AKAP rasanya belum. Dan kita juga sampaikan ke pemerintah agar tidak memaksakan. Kalau saya lihat, pemerintah juga 'mengejar' bus listrik hanya buat kawasan tertentu," ungkap Sani.

Di sisi lain, desain konstruksi bus listrik juga kurang cocok buat bus antar kota atau pariwisata. Sebab dengan kapasitas baterai yang besar, bus listrik bisa dipastikan memiliki bagasi yang kecil ketimbang bus-bus konvensional.

"Bus AKAP atau pariwisata itu kan butuh space atau bagasi (besar). Kalau bagasi bus dipenuhi baterai, maka penumpang kesulitan menaruh barang.," kata Sani.



Simak Video "Tak Cuma Mobil-Motor, Pemerintah Juga Pertimbangkan Subsidi Bus Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT