Waduh! Cari Ban Baru untuk Truk dan Bus Sulit, Ada Apa Nih?

ADVERTISEMENT

Waduh! Cari Ban Baru untuk Truk dan Bus Sulit, Ada Apa Nih?

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 01 Sep 2022 21:05 WIB
Sandal karet dari ban bekas truk populer di Hanoi
Ilustrasi ban truk dan bus Foto: AFP/NHAC NGUYEN
Jakarta -

Kabar mengatakan bahwa saat ini untuk bisa mendapatkan ban baru untuk bus dan truk kian sulit di Indonesia. Hmm, kira-kira apa yang menjadi alasannya nih?

Presiden Direktur Michelin Indonesia, Steven Vette, menerka sulitnya mendapatkan ban baru untuk truk dan bus saat ini karena kebijakan pembatasan impor yang diterapkan di Indonesia. Steven juga menambahkan, Michelin bukannya tidak ingin memproduksi ban truk dan bus, karena pabrikan ban asal Prancis ini memenuhi kebutuhan ban lainnya.

"Banyak yang melakukan produksi di Indonesia, dan model apa yang diutamakan? Saya rasa tidak cukup kapasitas produksi lokal, semuanya didatangkan secara impor dan impor tengah sulit di Indonesia," ucap Steven.

"Produsen ban diminta untuk bisa memproduksi di Indonesia, dan ini tidaklah mudah. Saya rasa semuanya akan mengerti, kami Michelin memiliki 140 pabrik di dunia, satu pabrik memproduksi ban dengan desain ini, ukuran ini, normalnya satu pabrik bisa memproduksi 300-400 model, jika satu pabrik langsung memproduksi model lain itu sangat kompleks, itu harus menghentikan produksi dan mengatur ulang mesin untuk bisa memproduksinya," Steven menambahkan.

Steven menambahkan, Michelin bukannya tidak ingin memproduksi ban khusus truk dan bus, namun untuk melakukan itu tidaklah mudah.

Michelin Indonesia meluncurkan ban khusus truk, XZY 3 HD dan HDY 3 HD. Peluncuran dihadiri oleh Direktur Komersial Ban Truk dan Bus PT Michelin Indonesia Sylvain Selves (kiri) dan Direktur Marketing PT Michelin Indonesia Putu Yudha (kanan). Ist/Michelin.Ilustrasi saat Michelin Indonesia meluncurkan ban khusus truk, XZY 3 HD dan HDY 3 HD. Peluncuran dihadiri oleh Direktur Komersial Ban Truk dan Bus PT Michelin Indonesia Sylvain Selves (kiri) dan Direktur Marketing PT Michelin Indonesia Putu Yudha (kanan). Ist/Michelin. Foto: Pool

"Tapi untuk pabrik kami, di negara lain itu sudah memproduksi ban truk dan bus, dan ini kapasitasnya belum penuh. Untuk itu kita stop produksi di Indonesia, karena kapasitas kami di Thailand, China, dan India kapasitasnya belum penuh, karena kami sebagai pabrikan harus menyeimbangkan ekspor dan impor," ujar Steven.

"Dan sekarang saat ini kami lebih banyak ekspor di Indonesia. Kami melakukan banyak investasi di Indonesia untuk bisa juga memenuhi kebutuhan ekspor," Tambah Steven.

Hal senada juga disampaikan Steven, saat dikonfirmasi apakah Michelin akan ikut memproduksi ban mobil listrik mungil di Indonesia.

"Produksi ban mobil listrik yang lebih kecil, untuk city car. Normalnya saat anda memulai projek, harus memilih market yang lebih banyak. Tapi aku tidak tahu ya (produksi atau tidak di Indonesia), tapi kenapa tidak, karena kita harus melihat market dulu," ucap Steven.

"Dan kita harus melihat terlebih dahulu marketnya, mungkin saat ini, ban ini bukan untuk di Indonesia, kalau di Indonesia motor marketnya paling memungkinkan dan kita siap, Suplai ban kita di sini sudah semuanya dan itu paling memungkinkan, meski masih harus melihat market," tutup Steven.



Simak Video "Siap-siap! 2024, Michelin Mulai Jual Ban Tanpa Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT