ADVERTISEMENT

Nggak Dibuang, Limbah Baterai Hybrid Suzuki Ertiga Berakhir Jadi Batu Bata Hitam

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 19 Agu 2022 20:49 WIB
PT Suzuki Indomobil Sales resmi meluncurkan Ertiga Hybrid di Jakarta, Jumat (10/6). Mobil yang mengusung teknologi hybrid itu dijual dengan harganya yang cukup terjangkau.
Suzuki Ertiga Hybrid Foto: Pradita Utama
Jakarta -

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membeberkan rencana pengolahan limbah baterai yang digunakan pada kendaraan elektrifikasinya. Limbah baterai tidak dibuang mentah-mentah, bahkan bisa didaur ulang menjadi batu bata untuk membangun rumah.

Suzuki memang belum memasarkan mobil listrik murni atau battery electric vehicles (BEV) di Indonesia. Tapi sudah menjual Suzuki Ertiga Smart Hybrid. Posisi baterainya berada di jok depan sebelah kiri, kapasitas 6 ampere dan garansi hingga 5 tahun.

"Kami memberikan garansi untuk Suzuki Smart Hybrid 5 tahun, di mana ini adalah perpanjangan dari unit-unit sebelumnya. Kalau unit sebelumnya hanya 3 tahun. Tetapi untuk Suzuki Smart Hybrid kita ada tambahan 2 tahun, ini kita khusus berikan pada komponen ISG dan baterai lithium," ujar Section Head of 4W Technical Service PT SIS Adhi Prasojo saat konferensi pers di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, Kamis (18/8/2022).

Soal regulasi pengelolaan limbah baterai, Adhi menjelaskan pihaknya mengikuti aturan pemerintah, yakin Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang Baku Mutu Emisi Daur Ulang Baterai Lithium dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Lebih lanjut dia memaparkan pihak Suzuki menunjuk pihak ketiga, yakni perusahaan yang mengelola limbah B3 mulai dari transportasi hingga pendauran ulang. Jadi setiap baterai dari Suzuki Smart Hybrid yang tidak dipakai akan dikumpulkan terlebih dahulu di dealer Suzuki.

"Kemana baterai lithium setelah tidak terpakai? Semua unit baterai bekas dealer-dealer kami secara nasional wajib dikirim ke kami. Caranya kita sudah kerjasama dari pihak ketiga, di mana pihak ketiga tersebut sudah tersertifikasi oleh pemerintah bisa membawa, mengelola, dan memanfaatkan," jelas Adhi.

Soal pemilihan pihak ketiga untuk pengelolaan limbah baterai, Suzuki mengaku tidak asal pilih. Pabrikan asal Jepang ini bilang sudah meninjau perusahaan tersebut --meski tidak disebutkan nama, hingga mengetahui hasil akhir pengelolaan limbahnya.

"Pihak ketiga yang kita tunjuk yaitu sudah melalui proses seleksi yang sangat ketat. Jadi kita tidak hanya menentukan dia sebagai transporter, atau pengepul, tapi izinnya juga pemanfaatan limbah atau penghancuran. Itu kita survei semua, dan tidak hanya menunjuk asal perusahaan. Kita cek juga sudah berizin resmi atau sesuai dengan departemen terkait," ungkapnya.

"Kami lihat sendiri salah salah satunya pemanfaatan limbah yang bermanfaat bisa membentuk seperti batu bata. Tapi batu batanya warna hitam, karena limbah," kata dia.

"Tetapi kualitasnya cukup bagus. Untuk uji kesehatan sudah mulus dari departemen terkait. Kami pertanyakan jika dijadikan rumah, manusia tinggal di situ apakah dampaknya ada? Ternyata mereka sudah melalui tahapannya," jelas Adhi.



Simak Video "Jadi Mobil Termurah yang Dijual Suzuki, Seberapa Laris S-Presso?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT